Detail Cantuman
Advanced Search
Perbandingan Profil Disolusi Tablet Paracetamol Generik yang di Produksi Oleh Pabrik X dan Y di Toko Obat di pasar Pramuka
ABSTRAK
Obat merupakan unsur yang sangat penting dalam upaya penyelenggaraan kesehatan. Obat dibagi menjadi obat paten, obat generik, dan obat generik bermerek dagang. Karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai obat generik akhirnya berdampak obat jenis ini kurang disukai masyarakat. Salah satu parameter penting untuk menentukan mutu kimia obat adalah penetapan kadar dan uji disolusi. Disolusi merupakan proses suatu zat solid memasuki pelarut untuk menghasilkan suatu larutan. Zat aktif yang akan diuji disolusi pada penelitian ini adalah paracetamol karena paracetamol banyak digunakan luas di masyarakat, cukup aman, mudah didapat dan harganya terjangkau. Pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan 2 pabrik dengan harga yang paling murah yang terdapat di Pasar Pramuka dan dengan 2 bets yang berbeda sebagai perbandingan. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan profil disolusi tablet paracetamol generik pabrik X dan Y dengan kriteria monografi paracetamol di Farmakope Indonesia edisi IV. Uji disolusi yang dilakukan sesuai dengan monografi Farmakope Indonesia edisi IV yaitu menggunakan alat uji tipe 2, media dapar fosfat pH 5,8, kecepatan pengadukan 50 rpm pada waktu 30 menit dan suhu 37 ± 0,5ºC. Persyaratan toleransi uji disolusi yang ditetapkan oleh Farmakope Indonesia yaitu pada menit ketiga puluh persentase zat terlarut tidak kurang dari 80% dihitung terhadap kadar zat aktif yang tertera pada etiket. Persyaratan kadar paracetamol menurut Farmakope Indonesia edisi IV yaitu tidak kurang dari 98 % dan tidak lebih dari 101 %. Kemurnian baku standar yang digunakan dalam penelitian ini adalah 99,8%. Panjang gelombang maksimum dalam penelitian ini adalah 245 nm dan nilai r2 yang didapat dari kurva kalibrasi paracetamol sebesar 0,9955. Hasil uji disolusi tablet paracetamol generik pabrik X dan Y menunjukkan bahwa semua sampel memenuhi persyaratan toleransi uji disolusi paracetamol yang tertera di Farmakope Indonesia. Sampel Y2 memiliki persentase kadar paling tinggi pada menit ke 30 yaitu 99,03 % dan pada menit ke 10 sampel Y1 memiliki persentase kadar paling tinggi yaitu 96,64 %. Dapat disimpulkan dari kedua pabrik X dan Y, pabrik Y memiliki profil disolusi yang lebih tinggi dibandingkan pabrik X.
Ketersediaan
| KTI-61-2018 | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
KTI-61-2018
|
| Penerbit | : Jakarta., 2018 |
| Deskripsi Fisik |
53 Hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
3422115148
|
| Klasifikasi |
KTI-61-2018
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






