Detail Cantuman
Advanced Search
Lap. KTI
Gambaran Pengetahuan Masyarakat Mengenai Hiperuresemia di Wilayah RW 013 Kelurahn Bintara Kecamatan Bekasi Barat Periode Agustus 2018
ABSTRAK
Hiperurisemia merupakan salah satu penyakit degeneratif yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Hiperurisemia yang tidak langsung ditangani serta dibiarkan saja dalam waktu lama dapat menyebabkan bahaya lain seperti kerusakan sendi dan jaringan lunak atau gout, gangguan ginjal dan infeksi saluran kemih. Angka kejadian Hiperurisemia diperkirakan sekitar 2,6-47,2%, bervariasi antara satu populasi dengan populasi lainnya. Hiperurisemia penyebab gangguan ginjal seperti batu ginjal atau neufrolithiasis dan batu saluran kemih atau urolithiasis dengan kasus pada batu saluran kemih ditemukan 80% komposisi kalsium oksalat. Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa angka kejadian Hiperurisemia sudah cukup tinggi di masyarakat, tetapi tidak disertai dengan pengetahuan yang baik terhadap penyakit tersebut di masyarakat. Menurut data yang diperoleh dari Puskesmas setempat menjelaskan Hiperurisemia termasuk pada urutan ke-7 dalam 20 penyakit terbanyak dan urutan ke-4dalam kasus 20 penyakit rawat jalan terbanyak yang ditangani pada tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat mengenai Hiperurisemia di wilayah RW 013 Kelurahan Bintara Kecamatan Bekasi Barat periode Maret sampai Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yaitu Cluster Random Sampling pada 10 RT di wilayah tersebut. Sampel yang digunakan pada penelitian berjumlah 215 KK. Pengumpulan data berdasarkan data primer yaitu berupa kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 215 orang dan karakteristik responden berjenis kelamin perempuan atau laki-laki pada usia 30-65 tahun. Hasil survey kemudian diolah dan ditampilkan dalam bentuk persen dalam diagram. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat baik terhadap faktor pencetus sebesar 72,09% dan cukup baik terhadap dampak Hiperurisemia sebesar 58,60%, pengetahuan masyarakat cukup baik terhadap gejala dan pengobatan Hiperurisemia yaitu masing-masing sebesar 41,40% dan 44,65% serta pengetahuan masyarakat tentang Hiperurisemia tergolong kurang baik yaitu sebesar 47,44%.
Ketersediaan
| KTI-57-2018 | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
KTI-57-2018
|
| Penerbit | : Jakarta., 2018 |
| Deskripsi Fisik |
55 Hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
3422115045
|
| Klasifikasi |
KTI-57-2018
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






