Detail Cantuman
Advanced Search
Profil Penggunaan Obat Antiretroviral Pasien Dewasa HIV/AIDS di RSUD Tarakan Periode Januari - Maret 2018
ABSTRAK
Banyaknya wabah penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia, akhir-akhir ini menjadi perhatian khusus di dunia kesehatan. HIV sebagai salah satu jenis penyakit yang sampai saat ini masih mendominasi, menjadi perbincangan dimasyarakat sebagai salah satu penyakit yang dikhawatirkan oleh masyarakat. Perkembangan kasus HIV dan AIDS di Provinsi DKI Jakarta menurut data Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian RI hinggga September 2014, secara kumulatif menempatkan Provinsi DKI Jakarta pada posisi pertama sebagai provinsi dengan jumlah kasus HIV terbanyak di Indonesia.Dampaknya pada penurunan produktivitas sumber daya manusia, karena kecenderungan penyakit ini menimpa usia produktif. HIV/AIDS memang masalah besar. Pada tahun 2016, tercatat sudah ada lebih dari 36,7 juta jiwa yang hidupdengan Human Immunodeficiency Virus ( HIV). Berdasarkan data Laporan Perkembangan HIV/AIDS Direktorat Jendral (Ditjen) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI pada 2010-2014, penderita HIV karena aktivitas heteroseksual menduduki jumlah tertinggi. Sepanjang 2016 hingga trimester kedua 2017, jumlah pengidap laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Kedua tahun menunjukkan, jumlah pengidap laki-laki hampir mencapai 65 persen dari jumlah keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui presentase penggunaan antiretroviral berdasarkan jenis kelamin, lini pertama, usia, faktor resiko penularan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kuantitatif dengan mengambil data sekunder dari rekam medis pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan bulan Januari – Maret 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase penggunaan ARV berdasarkan jenis kelamin 57,28% paling banyak diderita oleh kaum pria, diikuti dengan 42,72% dialami oleh perempuan. Penggunaan ARV berdasarkan Lini Pertama 50,81% kombinasi Duviral – Neviral, 33,98% penggunaan FDC (Fixed Dose Combination) (Tenofovir, Efavirens, Lamivudin) , 16,83% kombinasi dari Duviral - Efavirens, 13,59% kombinasi Tenofovir, Hiviral, Efavirens, 4,85% kombinasi dari Tenofovir, Hiviral, Nevirapine. Berdasarkan usia 51%, diderita pasien pada usia 36-45 tahun, diikuti 49% diderita pasien dengan usia 26- 35 tahun.Berdasarkan faktor resiko penularan 59,87% diakibatkan heteroseksual, 40,13% diakibatkan oleh non-heteroseksual,diantaranya napza,transfusi darah, tatto, homo seksual, biseksual
Ketersediaan
| KTI-14-2018 | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
KTI-14-2018
|
| Penerbit | : Jakarta., 2018 |
| Deskripsi Fisik |
50 Hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
3422115179
|
| Klasifikasi |
KTI-14-2018
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






