<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1356">
 <titleInfo>
  <title>Indentifkasi Boraks pada Bakso dengan Metoe Antirax yang Beredar di Kelurahan Penggilingan Jakarta Timur Bulan Juni 2019</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amelia Febriyanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>76 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Boraks  merupakan  bahan  kimia  yang  dilarang  penggunaannya  dalam penambahan  pada  pangan  karena  memiliki  dampak  bahaya  terhadap  tubuh. Penambahan  boraks  pada  makanan  biasanya  di  dasari  sebagai  pengawet, memperbaiki bentuk, dan dapat   menambah kekenyalan. Penggunaan boraks pada makanan  telah  banyak  ditemukan  terutama  pada  bakso  urat.  Pada  tahun  2016 (33,3%)  sampel  bakso  positif  mengandung  boraks  di  Kabupaten  Bantul  dan  pada tahun 2017 di temukan pula sampel bakso tusuk  yang positif mengandung boraks di    Kabupaten    Kulon    Progo.    Gejala    jika    mengkonsumsi    makanan    yang mengandung  boraks  akan  muncul  setelah  penggunaan  dalam  jangka  waktu panjang.  Jika  boraks  telah  menumpuk  dalam  tubuh  maka  akan  muncul  gejala seperti mual, muntah kematian dapat terjadi pada bila dosis mencapai 15-25 gram untuk  orang  dewasa,  5-6  gram  pada  anak.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengidentifikasi  boraks  dalam  bakso  urat  menggunakan  metode  Antirax. Menggunakan  metode  deskriptif  sebagai  gambaran  penggunaan  boraks  yang ditambahkan pada bakso urat sebagai pengawet pada makanan.  Identifikasi boraks sebagai  skrining  awal  dapat  dilakukan  dengan  menggunakan  Antirax.  Antirax adalah  suatu  set  tes  pada  suatu  produk  pangan  untuk  mendeteksi  boraks  yang sangat  mudah  karena  tidak  memerlukan  instrumen  khusus  dan  dapat  di  lakukan dalam  waktu  yang  singkat.  Antirax   mampu  mendeteksi  kandungan  boraks  pada pangan mulai dari 50- 100 ppm terbukti lebih sensitif dan spesifik. Antirax terdiri dari      strip  kertas  tumerik  dan  2  reagen  yaitu  Reagen  A  (HCl)  dan  reagen  B (NH4OH)  hasil  pengujian  menggunkan  Antirax  terlihat  dari  hasil  perubahan Warna  yang  terjadi pada kertas tumerik.  Jumlah populasi sampel bakso  urat  yang ada  di  Kelurahan  Penggilingan  Jakarta  Timur  ada  31,  dan  sampel  yang  diambil untuk  di  uji  ada  28  sampel  menurut  tabel  pengambilan  sampel  Krejcie  dan Morgan.  Dari  seluruh  sampel  yang  di  uji  kan  menggunakan  Antirax,  bakso  urat yang beredar di Kelurahan Penggilingan Jakarta Timur mendapatkan hasil negatif boraks.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>boraks</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>bakso urat</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>antirax</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>penggilingan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>jakarta timur</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-017-2019</classification>
 <identifier type="isbn">3422116022</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-017-2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-017-2019</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="359" url="https://drive.google.com/file/d/1SlJxa0Kq1qUNquEtqLqnbCivyXXqhwFb/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1SlJxa0Kq1qUNquEtqLqnbCivyXXqhwFb/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Indentifkasi Boraks pada Bakso dengan Metoe Antirax yang Beredar di Kelurahan Penggilingan Jakarta Timur Bulan Juni 2019</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1356</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:45:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-20 09:03:32</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>