<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1388">
 <titleInfo>
  <title>Identifikasi Rhodamin B pada Selai Stroberi Curah yang Dijual di Pasar Kecamatan Palmerah Jakarta Barat dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Desy Enno Rahmasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>67 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Penggunaan  zat  pewarna  baik  alami  maupun  buatan  sebagai  bahan tambahan makanan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 722/Menkes/Per/88  mengenai  Bahan  Tambahan  Makanan.  Sedangkan  zat pewarna  yang  dilarang  digunakan  dalam  pangan  tercantum  dalam  Peraturan Menteri  Kesehatan  RI  Nomor  239/Menkes/Per/85  mengenai  Zat  Warna Tertentu  yang  Dinyatakan  sebagai  Bahan  Berbahaya.  Dalam peraturan-peraturan  tersebut,  pemerintah  mengatur  bahan  apa  saja  yang diperbolehkan  dan  batas  maksimum  penggunaannya.  Salah  satu penyalahgunaan  bahan  pewarna  pada  makanan  adalah  zat  pewarna  rhodamin B,  yaitu  zat  pewarna  yang  biasa  digunakan  dalam  industri  tekstil.  Konsumsi rhodamin B dalam jangka panjang dapat terakumulasi didalam tubuh dan dapat menyebabkan  gejala  pembesaran  hati  dan  ginjal,  gangguan  fungsi  hati, kerusakan  hati,  gangguan  fisiologis  tubuh,  atau  bahkan  bisa  menyebabkan timbulnya  kanker  hati.  Tetapi,  perlu  diketahui  pula  bahwa  rhodamin  B  juga dapat  menimbulkan  efek  akut  bila  tertelan  sebanyak  500  mg/  kg  BB,  yang merupakan  dosis  toksiknya.  Efek  toksik  yang  mungkin  terjadi  adalah  iritasi saluran  cerna.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengidentifikasi  ada  atau tidaknya rhodamin B pada selai stroberi curah yang dijual Di Pasar Kecamatan Palmerah  Jakarta  Barat.  Sebanyak  enam  sampel  yang  digunakan  dalam penelitian  ini  diperoleh  dengan  metode  pengambilan  sampel  Accidental Sampling, dengan kriteria selai stoberi yang dijual curah dan berwarna merah. Metode  penelitian  ini  menggunakan  metode  kromatografi  lapis  tipis. Kromatografi  lapis tipis adalah teknik pemisahan  campuran senyawa  menjadi senyawa murni dan mengetahuan kuantitasnya. Sampel dapat dikatakan positif jika  zat  uji  yang  diidentifikasi  dan  baku  pembanding  itu  sama,  selain  itu terdapat kesesuaian dalam warna dan nilai Rf sama ataupun mendekati nilai Rf baku  pembanding  atau  nilai  Rf  sampel  hanya  berbeda  0,01-0,02  dari  nilai  Rf baku  pembanding,  dan  kromatogram  dari  campuran  menghasilkan  bercak tunggal  yaitu  nilai  Rr  adalah  1,0.  Hasil  dari  perhitungan  nilai  Rf  dan  nilai  Rr keenam sampel tidak menunjukkan nilai Rf dan nilai Rr (0,00).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Kromatografi Lapis Tipis</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>rhodamin B</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>selai stroberi</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-049-2019</classification>
 <identifier type="isbn">3422116072</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-049-2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-049-2019</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="396" url="https://drive.google.com/file/d/19m4n2tqLwNlAfjrRbn1nNTUUACvjWOlG/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/19m4n2tqLwNlAfjrRbn1nNTUUACvjWOlG/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Identifikasi Rhodamin B pada Selai Stroberi Curah yang Dijual di Pasar Kecamatan Palmerah Jakarta Barat dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1388</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:45:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-29 14:10:58</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>