No image available for this title

Lap. KTI

Uji Daya Hambat Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Propionibacterium acnes



ABSTRAK .
Indonesia merupakan negara yang kaya akan tumbuh-tumbuhan yang mempunyai potensi sebagai obat. Penggunaan obat tradisional berbahan herbal dinilai lebih aman daripada penggunaan obat modern. Karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit daripada obat modern. Buah naga merah merupakan buah yang mempunyai potensi sebagai antimikroba. Pada saat ini buah naga hanya dimanfaatkan daging buahnya saja sedangkan kulitnya belum dimanfaatkan secara optimal. Jerawat merupakan penyakit permukaan kulit yang terjadi karena adanya penyumbatan folikel oleh sel-sel kulit mati yang dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain adalah aktivitas hormon, faktor genetik (keturunan) dan infeksi oleh bakteri. Propionibacterium acnes termasuk flora normal pada kulit yang berperan dalam pembentukan acne. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis)dapat bermanfaat sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Analisa data dalam penelitian ini yaitu data yang diperoleh diukur dengan menggunakan jangka sorong hasil pengukuran diameter zona hambat ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis)terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Sebagai langkah awal, dilakukan determinasi untuk memastikan bahwa buah naga yang digunakan adalah buah naga merah. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis) yang dimaserasi dengan pelarut etanol 96% dan menghasilkan ekstrak kental yang kemudian dilakukan uji aktivitas daya hambat antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes. Perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali dengan berbagai konsentrasi dari 20%, 40%, dan 80% serta digunakan klindamisin 1% sebagai kontrol positif dan etanol 96% sebagai kontrol negatif.Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Metode yang digunakan yaitu metode difusi cakram.Hasil penelitian larutan uji dengan konsentrasi 20%, 40% dan 80% menghasilkan zona hambat rata-rata yaitu sebesar 1,3 mm, 2,16 mm, dan 3,35 mm.Klindamisin sebagai kontrol positif mampu menghambat pertumbuhan bakteri dengan menghasilkan zona bening sebesar 5,46 mm, sedangkan etanol 96% sebagai kontrol negatif tidak menghasilkan zona hambat.Dari hasil masing- masing konsentrasi menunjukan kategori zona hambat yang lemah. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis) mempunyai aktivitas daya hambat antibakteri terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes.


Ketersediaan

KTI-051-2019Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
KTI-051-2019
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
78 Hal
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
3422116069
Klasifikasi
KTI-051-2019
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this