Detail Cantuman
Advanced Search
Lap. KTI
Gambaran Kepatuhan Pasien Metadon Yang Masih Menjalani PTRM (Program Terapi Rumatan Metadon) di Puskesmas Kecamatan Jatinegara Pada Tahun 2018
ABSTRAK
Penyalahgunaan zat psiko aktif merupakan masalah yang sering terjadi di seluruh dunia, dan berhubungan dengan peningkatan mortalitas dan morbiditas. Data epidemiologi diperoleh dari berbagai penelitian epidemiologis yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2018 menunjukkan data 6.4 juta penduduk Indonesia menggunakan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) secara teratur, di mana 31% dari kelompok ini atau sekitar 900,000 orang mengalami ketergantungan heroin dan lebih dari setengahnya adalah pengguna heroin suntik. Program pengurangan dampak buruk dari penularan narkotik suntik (harm reduction) sangat diperlukan, salah satunya melalui program terapi subtitusi yang dikenal dengan program terapi rumatan metadon (PTRM). Program Terapi Rumatan Metadon adalah salah satu terapi bagi pengguna heroin untuk mengatasi masalah yang ditimbulkannya dan PTRM dilakukan dalam jangka panjang sehingga tingkat kepatuhan merupakan keberhasilan suatu program. Permasalahan utamanya adalah sebagian besar pasien berhenti mengikuti suatu program sebelum mereka merasakan efek terapeutik dari program tersebut. Beberapa PTRM di Amerika menunjukkan data bahwa 7% hingga 64% akan meninggalkan PTRM secara premature dalam enam bulan pertama. Hasil penelitian sebelumnya didapatkan tingkat kepatuhan di Puskesmas Kecamatan Jatinegara sebanyak 92,21% yang patuh dan yang tidak patuh sebanyak 7,79%. Data observasi di Puskesmas Kecamatan Jatinegara sebanyak 40 orang yang aktif di PTRM Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan dan karakteristik pasien yang masih menjalani PTRM di Puskemas Kecamatan Jatinegara. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara retrospektif dengan metode pengambilan sampel adalah wawancara kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 46 responden yang masih menjalani PTRM. Hasil penelitian ini terdapat 56,52 % pasien yang patuh menjalani PTRM. Usia rseponden yang paling banyak yaitu pada usia 36-45 tahun sebanyak 52,17 %. Jenis kelamin yang paling banyak menjalani PTRM adalah laki-laki.
Ketersediaan
| KTI-095-2019 | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
KTI-095-2019
|
| Penerbit | : ., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
51 Hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
3422116355
|
| Klasifikasi |
KTI-095-2019
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






