<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1441">
 <titleInfo>
  <title>Evaluasi Item Obat Tidak Terlayani Pada Pasien Rawat Jalan di Instalasi Farmasi RS YPK MANDIRI Periode Bulan Oktober sampai dengan Desember 2018</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Valentina Mutiara Lukitasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>77 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Salah  satu  tujuan  yang  ingin  dicapai  oleh  instalasi  farmasi  rumah  sakit adalah  menyelenggarakan  kegiatan  pelayanan  profesional  berdasarkan  prosedur kefarmasian  dan  etik  profesi.  Untuk  mencapai  tujuan  tersebut  dapat  dilakukan dengan  berbagai  cara  antara  lain  instalasi  farmasi  rumah  sakit  memberikan pelayanan  yang  terbaik  untuk  pasien,  pelayanan  bebas  kesalahan  (zerro  defect) dan  semua  resep  terlayani  di  rumah  sakit.  Terkait  dengan  pelayanan  resep, instalasi farmasi dituntut untuk melayani semua resep dan mengharuskan adanya perubahan  pelayanan  dari  paradigma  lama  (drug  oriented)  ke  paradigma  baru (patient  oriented)  dengan  filosofi  pharmaceutical  care  (pelayanan  kefarmasian) maka  pelayanan  kesehatan  di  rumah  sakit  harus  selalu  berbenah  diri  dalam meningkatkan  mutu  layanan  kesehatan  agar  tercapai  resep  dilayani  100%. Pelayanan  kefarmasian  secara  bertahap  perlu  terus  ditingkatkan  agar  menjadi lebih  baik  sehingga  menjadi  lebih  efektif  dan  efisien  karena  obat  harus  ada  saat dibutuhkan,  dalam  jumlah  cukup,  mutu  terjamin  dan  harga  terjangkau. Ketersediaan  obat  di  tempat  pelayanan  sangat  berpengaruh,  karena  berdampak pada  terlayani  dan  tidak  terlayaninya  resep.  Pelayanan  Resep  dimulai  dari penerimaan,  pemeriksaan  ketersediaan,  penyiapan  Sediaan  Farmasi,  Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai termasuk peracikan Obat, pemeriksaan penyerahan  disertai  pemberian  informasi.    Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk mengetahui  item  obat  dalam  resep  yang  tidak  terlayani.  Metode  yang  digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi pada lembar resep. Hasil penelitian menunjukkan terdapat jumlah resep 10.953  lembar,  dengan  total  item  obat    keseluruhan  25.623,  terdiri  dari  9.653 lembar resep umum terdapat 20.428  item obat terlayani (92.13%), 2745 item obat tidak  terlayani  (100%),  117  item  obat  diganti.  Dari  1.318  lembar  resep  peserta asuransi  terdapat  2450  item  obat  yang  secara  keseluruhan  terlayani  terlayani (100%)  serta  285  item  obat  diganti.  Secara  keseluruhan  dari  25.623  item  obat terdapat  2745  (10.71%) item  obat  tidak  terlayani  yang  terdiri  dari  320 item  obat tidak terlayani yang ada dalam formularium dan 2425 item obat tidak terlayani di luar  formularium.  Dari  hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa,  item  obat  yang terlayani belum mencapai 100%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Resep</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>item obat terlayani</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>item obat tidak terlayani</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>item obat diganti</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-102-2019</classification>
 <identifier type="isbn">3422116332</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-102-2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-102-2019</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="556" url="https://drive.google.com/file/d/101OZhgbmjdQ4G1zMKFKBlAtAXmxuSNZq/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/101OZhgbmjdQ4G1zMKFKBlAtAXmxuSNZq/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Evaluasi Item Obat Tidak Terlayani Pada Pasien Rawat Jalan di Instalasi Farmasi RS YPK MANDIRI Periode Bulan Oktober sampai dengan Desember 2018</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1441</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:45:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-30 03:57:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>