Detail Cantuman
Advanced Search
Lap. KTI
Evaluasi Mutu Fisik Sediaan Lip and Cheek dengan Pewarna Alami dari Ekstrak Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis)
ABSTRAK
Lip and cheek adalah kosmetik dwifungsi yang dapat digunakan sebagai pewarna bibir sekaligus perona pipi. Berdasarkan hasil pengawasan BPOM diketahui banyak pewarna sintetis berbahaya yang disalahgunakan sebagai pewarna kosmetik. Buah naga super merah diketahui dapat digunakan sebagai pewarna alami karena memiliki kandungan zat warna antosianin. Antosianin adalah zat warna yang berperan memberikan warna merah berpotensi menjadi pewarna alami untuk pangan ataupun untuk kosmetik, sebagai pengganti pewarna sintetis yang lebih aman bagi kesehatan. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan evaluasi mutu fisik sediaan lip and cheek dengan pewarna alami ekstrak buah naga super merah. Sediaan dibuat menggunakan dua variasi formula, yaitu F0 dengan konsentrasi ekstrak 0% sebagai kontrol dan F30 dengan konsentrasi ekstrak 30%. Ekstrak buah naga super merah dibuat menggunakan metode maserasi daging buah naga selama tiga hari dengan pelarut etanol 96% yang kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator hingga menjadi ekstrak kental. Daging buah naga dipilih karena kadar antosianin yang terkandung lebih tinggi dibandingkan antosianin yang terdapat pada kulit buah naga. Sediaan dibuat dengan mencampur Fasa I yang sudah mencair dengan Fasa II menggunakkan homogenizer. Evaluasi dilakukan selama 35 hari pada hari ke-1,4,7,14, dan 35 meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH dan viskositas. Hasil pengamatan organoleptis pada warna, bau dan tekstur sediaan, menunjukkan bahwa F30 mengalami perubahan warna pada hari ke-14 dan 35. Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa F30 tidak homogen pada hari ke-35 sedangkan untuk sediaan F0 tetap homogen hingga hari ke-35. Hasil pengukuran pH F0 dan F30 mengalami kenaikan namun masih berada dalam rentang pH fisiologis kulit. Hasil uji daya sebar menunjukkan bahwa F0 memiliki daya sebar yang lebih besar dibandingkan daya sebar F30 yang berarti bahwa sediaan F0 lebih mudah dioleskan dibanding F30. Viskositas diukur menggunakan viskometer Brookfield dengan spindel S64 dan kecepatan 2 rpm. Hasil pengukuran uji viskositas menunjukkan F30 memiliki viskositas lebih tinggi dibanding F0.
Ketersediaan
| KTI-106-2019 | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
KTI-106-2019
|
| Penerbit | : ., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
95 Hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
3422116327
|
| Klasifikasi |
KTI-106-2019
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






