<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1450">
 <titleInfo>
  <title>Identifikasi Boraks dalam Cilok yang Beredar di Sekolah Kelurahan Bintara Menggunakan Antirax</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tiara Sanni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>68 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Keamanan pangan merupakan upaya yang di perlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan  cemaran  yang  dapat  mengganggu,  merugikan  dan  membahayakan kesehatan.  Bahan  tambahan  pangan  yang  di  larang  telah  diatur  dalam  Peraturan Menteri  Kesehatan  Republik  Indonesia  No.033/Menkes/Per/IV/2012  asam  borat dan  garamnya  merupakan  bahan  kimia  yang  dilarang  penggunaannya  dalam penambahan  pada  pangan  karena  memiliki  dampak  bahaya  terhadap  tubuh. Penambahan  boraks  pada  makanan  biasanya  di  dasari  sebagai  pengawet, memperbaiki bentuk, dan dapat  menambah kekenyalan. Penggunaan boraks pada makanan  telah  banyak  ditemukan  terutama  pada  jajanan  cilok.  Pada  tahun  2015 (92%)  sampel  cilok  positif  mengandung  boraks  di  Jember  Jawa  Timur  dan  pada tahun  yang  sama  di  temukan  pula  sampel  cilok  yang  positif  mengandung  boraks pada Jajanan Seolah di SD Jakasampurna V Bekasi Barat. Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks akan muncul setelah penggunaan dalam jangka panjang dan boraks telah menumpuk di dalam tubuh ketika jumlahnya sudah mencapai 20- 25 mg/kg akan menimbulkan gejala mual, muntah, kematian dapat terjadi pada bila dosis mencapai 10-20 gram untuk orang dewasa, 5 gram pada anak, dan 2-3 gram pada  bayi.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengidentifikasi  boraks  dalam  cilok menggunakan  Antirax.  Menggunakan  metode  deskriptif  sebagai  gambaran penggunaan  boraks  yang  ditambahakan  pada  cilok  sebagai  pengawet    pada makanan.  Identifikasi  boraks  sebagai  skrining  awal  dapat  dilakukan  dengan menggunakan Antirax. Antirax adalah suatu set tes pada suatu produk pangan untuk mendeteksi  boraks  yang  sangat  mudah  dan  sederhana  karena  tidak  memerlukan instrumen khusus dan dapat di lakukan dalam waktu yang singkat. Antirax  mampu mendeteksi kandungan boraks pada pangan mulai dari 50- 100 ppm terbukti lebih sensitif dan spesifik. Antirax terdiri  dari  strip kertas tumerik dan 2 reagen yaitu Reagen  A  (HCl)  dan  Reagen  B  (NH4OH)  hasil  pengujian  menggunakan  Antirax terlihat dari hasil perubahan warna yang terjadi pada kertas tumerik. Dari seluruh sampel yang di uji kan menggunakan Antirax cilok yang dijual sebagai jajanan di sekolah Kelurahan Bintara mendapatkan hasil negatif boraks.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>boraks</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>antirax</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>cilok</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-111-2019</classification>
 <identifier type="isbn">3422116321</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-111-2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-111-2019</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="583" url="https://drive.google.com/file/d/1Gp2LzM_ubWJ7SNcUUjYDuQRB2dS-ONW8/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1Gp2LzM_ubWJ7SNcUUjYDuQRB2dS-ONW8/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Identifikasi Boraks dalam Cilok yang Beredar di Sekolah Kelurahan Bintara Menggunakan Antirax</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1450</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:45:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-01 05:40:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>