Detail Cantuman
Advanced Search
Lap. KTI
Identifikasi Boraks dalam Cilok yang Beredar di Sekolah Kelurahan Bintara Menggunakan Antirax
ABSTRAK
Keamanan pangan merupakan upaya yang di perlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan. Bahan tambahan pangan yang di larang telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.033/Menkes/Per/IV/2012 asam borat dan garamnya merupakan bahan kimia yang dilarang penggunaannya dalam penambahan pada pangan karena memiliki dampak bahaya terhadap tubuh. Penambahan boraks pada makanan biasanya di dasari sebagai pengawet, memperbaiki bentuk, dan dapat menambah kekenyalan. Penggunaan boraks pada makanan telah banyak ditemukan terutama pada jajanan cilok. Pada tahun 2015 (92%) sampel cilok positif mengandung boraks di Jember Jawa Timur dan pada tahun yang sama di temukan pula sampel cilok yang positif mengandung boraks pada Jajanan Seolah di SD Jakasampurna V Bekasi Barat. Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks akan muncul setelah penggunaan dalam jangka panjang dan boraks telah menumpuk di dalam tubuh ketika jumlahnya sudah mencapai 20- 25 mg/kg akan menimbulkan gejala mual, muntah, kematian dapat terjadi pada bila dosis mencapai 10-20 gram untuk orang dewasa, 5 gram pada anak, dan 2-3 gram pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi boraks dalam cilok menggunakan Antirax. Menggunakan metode deskriptif sebagai gambaran penggunaan boraks yang ditambahakan pada cilok sebagai pengawet pada makanan. Identifikasi boraks sebagai skrining awal dapat dilakukan dengan menggunakan Antirax. Antirax adalah suatu set tes pada suatu produk pangan untuk mendeteksi boraks yang sangat mudah dan sederhana karena tidak memerlukan instrumen khusus dan dapat di lakukan dalam waktu yang singkat. Antirax mampu mendeteksi kandungan boraks pada pangan mulai dari 50- 100 ppm terbukti lebih sensitif dan spesifik. Antirax terdiri dari strip kertas tumerik dan 2 reagen yaitu Reagen A (HCl) dan Reagen B (NH4OH) hasil pengujian menggunakan Antirax terlihat dari hasil perubahan warna yang terjadi pada kertas tumerik. Dari seluruh sampel yang di uji kan menggunakan Antirax cilok yang dijual sebagai jajanan di sekolah Kelurahan Bintara mendapatkan hasil negatif boraks.
Ketersediaan
| KTI-111-2019 | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
KTI-111-2019
|
| Penerbit | : ., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
68 Hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
3422116321
|
| Klasifikasi |
KTI-111-2019
|
| Tipe Isi |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






