<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1461">
 <titleInfo>
  <title>Identifikasi Boraks pada Mie Basah dengan Metode Nyala Api dan Kertas Kurkumin di Pasar Tradisional Enjo, Pulogadung dan Rawamangun Jakarta Timur Bulan Agustus Tahun 2018</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Septya Chandra Widyaningrum</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>67 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Boraks  merupakan  zat  pengawet  berbahaya  yang  tidak  diizinkan digunakan sebagai campuran bahan makanan. Boraks telah lama digunakan dalam pembuatan  makanan  dengan  tujuan  penggunaan  untuk  meningkatkan  elastisitas, kerenyahan,  serta  mencegah  pertumbuhan  bakteri  atau  jamur  pada  makanan. Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) melakukan survey pada 2016, dari hasil temuan tersebut makanan yang mengandung boraks dan formalin sebanyak : Jakarta  Utara  11%,  Jakarta  Selatan  18%,  Jakarta  Pusat  7%,  Jakarta  Timur  17%, Jakarta Barat 33% dan sisanya dikawasan car free day. BPOM Jakarta melakukan sidak  di  Rawamangun  pada  tahun  2017  dan  menguji  45  sampel  makanan  yang dijual di pasar Rawamangun dan menemukan 5 jenis makanan yang mengandung boraks.  Pada  tahun  2018  Pemkot  dan  BPOM  Jakarta  menggelar  sidak  jelang lebaran di pasar Jatinegara, dari 22 sampel yang diuji di laboratorium, ditemukan 7  makanan  positif  mengandung  boraks.  Tujuan  penelitian  ini  yaitu  untuk mengetahui ada atau tidak adanya boraks  pada  makanan olahan mie basah  yang dijual  di  tiga  pasar  tradisional  yaitu  pasar  tradisional  Enjo,  Pulogadung  dan Rawamangun.    Diharapkan  penelitian  ini  dapat  menjadi  sumber  informasi  bagi masyarakat  dalam  memilih  mie  basah  yang  aman  dikonsumsi  serta mengembangkan  kesadaran  pada  masyarakat  tidak  semua  mie  basah  yang  dijual mengandung  bahan  yang  aman  untuk  dikonsumsi.  Penelitian  ini  merupakan penelitian  deskriptif  di  labolatorium  dengan  uji  kualitatif  (  nyala  api  dan  kertas kurkumin  )  dan  organoleptis  dengan  teknik  total  sampling.  Pengujian  dilakukan sebanyak  tiga  kali  pada  setiap  sampel  Hasil  analisa  menggunakan  uji  nyala  api sampel mie basah di pasar tradisional Enjo, Pulogadung dan Rawamangun negatif mengandung  boraks,  karena  sampel  tidak  nyala  api  hijau.  Menggunakan  kertas kurkumin  sampel  mie  basah  di  pasar  tradisonal  Enjo,  Pulogadung  dan Rawamangun negatif mengandung boraks, karena kertas kurkumin tidak berwarna merah kecoklatan. Kemudian dapat disimpulkan bahwa sampel mie basah di pasar tradisional Enjo, Pulogadung dan Rawamangun negatif mengandung boraks.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>pasar tradisional enjo</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>pulogadung dan rawamangun</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>uji nyala api</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>boraks</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kertas kurkumin</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-122-2019</classification>
 <identifier type="isbn">3422114136</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-122-2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-122-2019</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="594" url="https://drive.google.com/file/d/1-av2WUYmzEqgwK4vVUEJtUdtLodg47my/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1-av2WUYmzEqgwK4vVUEJtUdtLodg47my/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Identifikasi Boraks pada Mie Basah dengan Metode Nyala Api dan Kertas Kurkumin di Pasar Tradisional Enjo, Pulogadung dan Rawamangun Jakarta Timur Bulan Agustus Tahun 2018</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1461</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:45:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-01 06:13:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>