No image available for this title

Lap. KTI

Identifikasi Boraks pada Mie Basah dengan Metode Nyala Api dan Kertas Kurkumin di Pasar Tradisional Enjo, Pulogadung dan Rawamangun Jakarta Timur Bulan Agustus Tahun 2018



ABSTRAK
Boraks merupakan zat pengawet berbahaya yang tidak diizinkan digunakan sebagai campuran bahan makanan. Boraks telah lama digunakan dalam pembuatan makanan dengan tujuan penggunaan untuk meningkatkan elastisitas, kerenyahan, serta mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur pada makanan. Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) melakukan survey pada 2016, dari hasil temuan tersebut makanan yang mengandung boraks dan formalin sebanyak : Jakarta Utara 11%, Jakarta Selatan 18%, Jakarta Pusat 7%, Jakarta Timur 17%, Jakarta Barat 33% dan sisanya dikawasan car free day. BPOM Jakarta melakukan sidak di Rawamangun pada tahun 2017 dan menguji 45 sampel makanan yang dijual di pasar Rawamangun dan menemukan 5 jenis makanan yang mengandung boraks. Pada tahun 2018 Pemkot dan BPOM Jakarta menggelar sidak jelang lebaran di pasar Jatinegara, dari 22 sampel yang diuji di laboratorium, ditemukan 7 makanan positif mengandung boraks. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada atau tidak adanya boraks pada makanan olahan mie basah yang dijual di tiga pasar tradisional yaitu pasar tradisional Enjo, Pulogadung dan Rawamangun. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat dalam memilih mie basah yang aman dikonsumsi serta mengembangkan kesadaran pada masyarakat tidak semua mie basah yang dijual mengandung bahan yang aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif di labolatorium dengan uji kualitatif ( nyala api dan kertas kurkumin ) dan organoleptis dengan teknik total sampling. Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali pada setiap sampel Hasil analisa menggunakan uji nyala api sampel mie basah di pasar tradisional Enjo, Pulogadung dan Rawamangun negatif mengandung boraks, karena sampel tidak nyala api hijau. Menggunakan kertas kurkumin sampel mie basah di pasar tradisonal Enjo, Pulogadung dan Rawamangun negatif mengandung boraks, karena kertas kurkumin tidak berwarna merah kecoklatan. Kemudian dapat disimpulkan bahwa sampel mie basah di pasar tradisional Enjo, Pulogadung dan Rawamangun negatif mengandung boraks.


Ketersediaan

KTI-122-2019Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
KTI-122-2019
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
67 Hal
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
3422114136
Klasifikasi
KTI-122-2019
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this