Detail Cantuman
Advanced Search
Lap. KTI
Gambaran Beban Kerja terhadap Aktifitas Tenaga Teknis Kefarmasian dengan Metode Work Sampling di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit X Bekasi Bulan April 2019
ABSTRAK
Beban kerja didasarkan pada pemnfaatan waktu kerja yang tersedia untuk melakukan serangkaian pekerjaan. Beban kerja dapat dilihat dari aktifitas atau kegiatan yang dilakukan staf pada waktu kerja baik kegiatan langsung, kegiatan tidak langsung dan kegiatan lainnya seperti kegiatan pribadi dan kegiatan non produktif. Beban kerja berkaitan dengan sumber daya manusia yang tersedia. Selain itu, fasilitas juga merupakan faktor yang mempengaruhi beban kerja pegawai. Jika terjadi kelebihan beban kerja, maka pegawai akan merasa jenuh dan kelelahan dalam melakukan pelayanan sehingga akan dapat berakibat pada menurunnya kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan yang kurang baik akan berdampak pada keselamatan pasien akibat kelalaian pegawai pada saat proses pelayanan berlangsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran beban kerja aktifitas tenaga teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit X Bekasi. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif observasional. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi pada setiap kegiatan yang dilakukan tenaga teknis kefarmasian menggunakan teknik work sampling. Work sampling adalah pengukuran kegiatan kerja dari karyawan dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan dimana jumlah sampel pengamatan kegiatan dilakukan secara acak. Pada metode ini yang menjadi fokus pengamatan adalah apa yang dilakukan responden pada waktu tertentu dan apa kegiatannya Work sampling merupakan teknik pengukuran beban kerja personel pada suatu unit, bidang, atau jenis tenaga tertentu. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja aktifitas tenaga teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit X Bekasi tinggi karena persentase total waktu kegiatan produktif 84,60% atau sudah melebihi standar optimum yang ada yaitu sebesar 80% menurut Ilyas . Kegiatan non produktif diperoleh 15,40% . Maka disarankan kepada instalasi farmasi untuk mengurangi beban kerja pegawai dengan mempercepat proses perekrutan, memperbaiki dan menambah sarana dan prasana , membuat Standar Oprasional Procedur (SOP).
Ketersediaan
| KTI-127-2019 | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
KTI-127-2019
|
| Penerbit | : ., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
70 Hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
3422116300
|
| Klasifikasi |
KTI-127-2019
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






