<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1487">
 <titleInfo>
  <title>Gambaran Pengetahuan Pasien Tentang Obat Antibiotik Dibeli Tanpa Resep Dokter di Apotek X Babelan Bulan Juli 2019</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pradita Eka Prasetiani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>64 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Antibiotik adalah zat  yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi dapat menghambat  /  membasmi  mikroba  lain.  Penggunaan  antibiotik  secara  tidak rasional dikalangan masyarakat relatif tinggi. Ditemukan 30%-80% penggunaan antibiotik tidak berdasarkan indikasi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat  menimbulkan  berbagai  permasalahan  dan  ancaman  bagi  kesehatan terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik. Di Indonesia, setiap tahun sekitar (84%) anak dan (56%) pada orang dewasa mendapatkan antibiotik. Pengawasan yang  kurang  ketat  dan  anggapan  bahwa  biaya  berobat  ke  dokter  relatif  mahal, menjadi  faktor  penyebab  penjualan  antibiotik  di  Indonesia  cukup  bebas. Menurut  dokter  Harry  Parathon  selaku  Ketua  Komite  Pengendalian  Resistensi Antimikroba(KPRA)  Kementerian  Kesehatan  RI,  di  Indonesia  ada  sekitar 135.000  kematian  pertahun  akibat  resistensi  antibiotik.  Hasil  survei RISKESDAS di Indonesia tahun 2013 menunjukkan bahwa 86,1% rumah tangga menyimpan  antibiotik  yang  tidak  perlu  dapat  mengakibatkan  masyarakat menggunakan  obat  dengan  indikasi  yang  tidak  tepat  sehingga  penggunaan antibiotik  menjadi  tidak  rasional  dan  dapat  memberikan  kontribusi  terhadap perkembangan resistensi antimikroba. Data WHO pun menyebutkan bahwa pada tahun 2013 terdapat 480.000 kasus baru multidrug-resistant tuberculosis (MDR) di  dunia.  Hasil  penelitian  Antimicrobial  resisten  terhadap  berbagai  jenis antibiotik  antaralain  :  ampisilin(34%),  kotrimoksazol(29%)  dan kloramfenikol(25%).  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  Gambaran Pengetahuan  Pasien  Tentang  Obat  Antibiotik  Dibeli  Tanpa  Resep  Dokter  di Apotek  X  Babelan  Bulan  Juli  2019  ditinjau  dari  Pengetahuan  obat  antibiotik, Kegunaan  antibiotik,  Efek  samping  antibiotik,  resistensi,  aturan  pakai.  Metode yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  deskriptif  dengan  metode total  sampling  yaitu  tehnik  pengambilan  sampel  dimana  jumlah  sampel  sama dengan  populasi  dan  diperoleh  jumlah  populasi  sebanyak  143  dari  total  sampel memiliki pengetahuan baik tentang obat antibiotik sebanyak 6% (9) responden, pengetahuan  cukup  53%  (76)  responden,  pengetahuan  kurang  sebanyak  41% (58) responden</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Apotek</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Pengetahuan Antibiotik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AntiBiotik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>faktor penyebab</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-148-2019</classification>
 <identifier type="isbn">3422116237</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-148-2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-148-2019</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="619" url="https://drive.google.com/file/d/1HzypzpYcFWF3AYyrJBqIguWp2jgyUoVz/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1HzypzpYcFWF3AYyrJBqIguWp2jgyUoVz/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Gambaran Pengetahuan Pasien Tentang Obat Antibiotik Dibeli Tanpa Resep Dokter di Apotek X Babelan Bulan Juli 2019</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1487</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:45:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-01 07:17:11</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>