<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1513">
 <titleInfo>
  <title>Identifikasi Boraks pada Bakso dengan Test Kit Uji Residu Boraks (Antirax) di Kelurahan Jembatan Besi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jamiatu Solihah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>75 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak di olah, yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi  konsumsi  manusia.  Menurut  undang  undang  RI  No  18  Tahun  2012  tentang pangan,  bagian  ketiga  mengenai  Pengaturan  Bahan  Tambahan  Pangan,  pasal  75 dicantumkan,  bahwa  setiap  orang  yang  melakukan  produksi  pangan  untuk diedarkan  dilarang  menggunakan  bahan  tambahan  pangan  yang  melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan dan atau bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Akan tetapi, dalam pangan yang diperdagangkan oleh  masyarakat  khususnya  pangan  olahan  seringkali  ditemukan  mengandung bahan tambahan berbahaya sehingga melanggar kriteria keamanan pangan. Bakso sebagai hasil olahan bahan pangan asal hewan telah mengalami modifikasi dalam proses pembuatannya. Metode pengolahan daging menjadi bakso sering kali tidak memperhatikan  aspek  kesehatan.  Penambahan  bahan  tambahan  berbahaya  yang bersifat  toksik  dengan  tujuan  meningkatkan  tekstur  dan  memperpanjang  masa kadaluarsa.  produk bakso diduga banyak dilakukan oleh produsen atau pedagang bakso.  Penambahan  boraks  bertujuan  untuk  memberikan  tekstur  padat,  bersifat tahan lama terutama pada makanan yang mengandung pati dan makanan tersebut dapat  dengan  mudah  ditemukan  di  pasar  tradisional,  swalayan,  maupun  kios permanen.  Penelitian  yang  dilakukan    pada  tahun  2017  melakukan  penelitian terhadap sampel bakso bermerek yang diperoleh dari swalayan di kota Semarang, hasil  penelitian  menunjukan  sampel  bakso  sapi  bermerek  mengandung  boraks. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  ada  atau  tidak  adanya  boraks  pada bakso yang dijual di daerah Kelurahan Jembatan besi Kecamatan Tambora Jakarta Barat.  Metode  yang  digunakan  deskriptif  karena  untuk  mengetahui  ada  atau tidaknya  boraks  pada  bakso  yang  dijual  oleh  pedagang  bakso  kios  permanen. Sampel  diperoleh  secara  purposive  sampling  dengan  kriteria  sampel  telah ditentukan  oleh  peneliti  seperti,bakso  bertahan  selama  3  hari  dan  kenyal  tidak wajar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bakso yang dijual di kios permanen di  daerah  kelurahan  Jembatan  Besi  negatif  mengandung  boraks,  dengan kandungan  kurkumin  4,33%  dan  Reagen  A  11N  dan  Reagen  B  1M.  Dari  hasil penelitian  dan  pengamatan  yang  telah  dilakukan  dapat  disimpulkan,  tidak ditemukan  boraks  pada  bakso  yang  dijual  oleh  kios  bakso  permanen  di  wilayah kelurahan jembatan besi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>boraks</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>antirax</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>pangan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>bakso</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-174-2019</classification>
 <identifier type="isbn">3422116155</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-174-2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-174-2019</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="462" url="https://drive.google.com/file/d/1xQClHt6F7VwO9gjptqwdlP7FVgVWVrmP/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1xQClHt6F7VwO9gjptqwdlP7FVgVWVrmP/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Identifikasi Boraks pada Bakso dengan Test Kit Uji Residu Boraks (Antirax) di Kelurahan Jembatan Besi</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1513</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:45:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-30 11:33:07</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>