<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1523">
 <titleInfo>
  <title>Gambaran Pengendalian Persediaan Obat Antibiotik dengan Metode Analisis Buffer Stock dan Reorder Point di Apotek ?AY? Bekasi Barat Periode November 2018 - Januari 2019</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haryadhi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>65 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Pengendalian  persediaan  merupakan  suatu  usaha  memonitor  dan  menentukan tingkat komposisi bahan yang optimal dalam menunjang kelancaran dan efektivitas serta  efisiensi  dalam  kegiatan  perusahaan.  Pengendalian  persediaan  berkaitan dengan penetapan besarnya persediaan yang harus diadakan, jadwal pengadaan dan jumlah pemesanan barang yang harus dilakukan oleh perusahaan. Penetapan jadwal dan jumlah pemesanan yang harus di pesan merupakan pernyataan dasar yang harus terjawab dalam pengendalian persediaan. Sistem manajemen inventory yang tidak baik bisa menyebabkan  persentase nilainya melonjak tajam sehingga tanggungan biaya perusaahan naik. Namun, bila perusahaan mengurangi jumlah inventory, bisa kehabisan  inventory  sehingga  proses  bisnis  terhambat.  Perencanaan  perbekalan farmasi merupakan kegiatan untuk memilih jenis, jumlah, dan periode pengadaan perbekalan  farmasi  agar  tepat  jenis,  tepat  jumlah,  tepat  waktu,  dan  efisien  untuk menghindari  kekosongan  obat.  Perencanaan  dilakukan  untuk  menghindari kekosongan obat dengan menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan dan dasar-dasar perencanaan yang telah ditentukan. Manajemen obat yang kurang baik  akan  mengakibatkan  persediaan  obat  mengalami  stagnant  (kelebihan persediaan obat) dan stockout (kekurangan atau kekosongan persediaan obat). Obat yang  mengalami  stagnant  memiliki  risiko  kedaluwarsa  dan  kerusakan  bila  tidak disimpan dengan baik. Obat yang stagnant dan stockout akan berdampak terhadap pelayanan  kefarmasian  di  Apotek.  Apotek  ?AY?  belum  mempunyai  laporan perhitungan untuk merencanakan obat yang harus disediakan tiap bulannya. Selama ini pemesanan obat di Apotek ?AY? dilakukan jika stok sudah hampir habis, tidak ada  perhitungan  secara  khusus  untuk  melakukan  pemesanan  kembali  dan  jumlah yang  harus  dipesan  sehingga  mengakibatkan  kerugian  bagi  apotek  karena kehilangan omset yang seharusnya masuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  gambaran  pengendalian  persediaan  obat  antibiotik  dengan  metode analisis buffer stock dan reorder point. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil perhitungan data penjualan obat antibiotik di Apotek ?AY? dari bulan November 2018 - Januari 2019 didapatkan jumlah buffer stock dan reorder  point  untuk  5  item  obat  antibiotik  generik  dan  10  item  obat  antibiotik dengan nama dagang. Dari data penjualan obat antibiotik tersebut terdapat 3 obat antibiotik  generik  dan  5  obat  antibiotik  dagang  yang  harus  diperhatikan pengendaliannya berdasarkan penjualan obat antibiotik terbanyak yaitu Cefadroxil 500 mg, Amoxicillin 500 mg, Cefixime 100 mg untuk obat antibiotik generik dan Solathim, Hufanoxil, Holimox, Dionicol, Selesaiklin untuk obat antibiotik dagang</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>pengendalian persediaan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>stock out</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>buffer stock</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-184-2019</classification>
 <identifier type="isbn">3422116133</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-184-2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-184-2019</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="438" url="https://drive.google.com/file/d/1WDZuExbAUdFDh2lXwKlOOVLsrlO75QJA/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1WDZuExbAUdFDh2lXwKlOOVLsrlO75QJA/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Gambaran Pengendalian Persediaan Obat Antibiotik dengan Metode Analisis Buffer Stock dan Reorder Point di Apotek ?AY? Bekasi Barat Periode November 2018 - Januari 2019</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1523</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:45:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-30 09:25:36</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>