Detail Cantuman
Advanced Search
Lap. KTI
Gambaran Pengendalian Persediaan Obat Antibiotik dengan Metode Analisis Buffer Stock dan Reorder Point di Apotek ?AY? Bekasi Barat Periode November 2018 - Januari 2019
ABSTRAK
Pengendalian persediaan merupakan suatu usaha memonitor dan menentukan tingkat komposisi bahan yang optimal dalam menunjang kelancaran dan efektivitas serta efisiensi dalam kegiatan perusahaan. Pengendalian persediaan berkaitan dengan penetapan besarnya persediaan yang harus diadakan, jadwal pengadaan dan jumlah pemesanan barang yang harus dilakukan oleh perusahaan. Penetapan jadwal dan jumlah pemesanan yang harus di pesan merupakan pernyataan dasar yang harus terjawab dalam pengendalian persediaan. Sistem manajemen inventory yang tidak baik bisa menyebabkan persentase nilainya melonjak tajam sehingga tanggungan biaya perusaahan naik. Namun, bila perusahaan mengurangi jumlah inventory, bisa kehabisan inventory sehingga proses bisnis terhambat. Perencanaan perbekalan farmasi merupakan kegiatan untuk memilih jenis, jumlah, dan periode pengadaan perbekalan farmasi agar tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, dan efisien untuk menghindari kekosongan obat. Perencanaan dilakukan untuk menghindari kekosongan obat dengan menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan dan dasar-dasar perencanaan yang telah ditentukan. Manajemen obat yang kurang baik akan mengakibatkan persediaan obat mengalami stagnant (kelebihan persediaan obat) dan stockout (kekurangan atau kekosongan persediaan obat). Obat yang mengalami stagnant memiliki risiko kedaluwarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Obat yang stagnant dan stockout akan berdampak terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek. Apotek ?AY? belum mempunyai laporan perhitungan untuk merencanakan obat yang harus disediakan tiap bulannya. Selama ini pemesanan obat di Apotek ?AY? dilakukan jika stok sudah hampir habis, tidak ada perhitungan secara khusus untuk melakukan pemesanan kembali dan jumlah yang harus dipesan sehingga mengakibatkan kerugian bagi apotek karena kehilangan omset yang seharusnya masuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengendalian persediaan obat antibiotik dengan metode analisis buffer stock dan reorder point. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil perhitungan data penjualan obat antibiotik di Apotek ?AY? dari bulan November 2018 - Januari 2019 didapatkan jumlah buffer stock dan reorder point untuk 5 item obat antibiotik generik dan 10 item obat antibiotik dengan nama dagang. Dari data penjualan obat antibiotik tersebut terdapat 3 obat antibiotik generik dan 5 obat antibiotik dagang yang harus diperhatikan pengendaliannya berdasarkan penjualan obat antibiotik terbanyak yaitu Cefadroxil 500 mg, Amoxicillin 500 mg, Cefixime 100 mg untuk obat antibiotik generik dan Solathim, Hufanoxil, Holimox, Dionicol, Selesaiklin untuk obat antibiotik dagang
Ketersediaan
| KTI-184-2019 | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
KTI-184-2019
|
| Penerbit | : ., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
65 Hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
3422116133
|
| Klasifikasi |
KTI-184-2019
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






