<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1524">
 <titleInfo>
  <title>Gambaran Penggunaan Antibiotik Oral Tanpa Resep Dokter di Wilayah RW 007 Kelurahan Cipinang Besar Selatan Jakarta Timur Periode Juni - Juli 2019</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hardinna Nur Sabilla</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>64 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Antibiotik  termasuk  dalam  golongan  obat  keras  yang  artinya  jika  pemakai  tidak memperhatikan  dosis,  aturan  pakai,  dan  peringatan  yang  diberikan,  dapat menimbulkan  efek  berbahaya  dan  obat  yang  termasuk  kedalam  golongan  obat keras  hanya  boleh  diberikan  atas  resep  dokter.  Penyimpanan  obat  antibiotik sebesar  86,1%  di  rumah  tangga  yang  diperoleh  tanpa  resep  dokter  untuk swamedikasi  telah  menunjukan  penggunaan  obat  yang  tidak  rasional.  Penjualan antibiotik yang dilakukan secara bebas di apotek, kios atau warung menyebabkan masyarakat  juga  secara  bebas  membeli  dan  menggunakan  antibiotik  tanpa  resep dokter,  bahkan  ada  yang  menyimpan  antibiotik  cadangan  di  rumah. Ketidaktepatan  serta  ketidakrasionalan  penggunaan  antibiotik  merupakan penyebab  paling  utama  menyebarnya  mikroorganisme  resisten.  Resistensi antibiotik  menyebabkan  kemampuan  suatu  antibiotik  dalam  mengobati  infeksi menurun.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  gambaran  penggunaan antibiotik  oral  tanpa  resep  dokter  di  wilayah  RW  007  Kelurahan  Cipinang  Besar Selatan  Jakarta  Timur  periode  Juni  ?  Juli  2019  berdasarkan  keluhan  sakit,  cara penggunaan,  waktu  penggunaan,  alasan  penggunaan,  tempat  pembelian,  dan golongan  antibiotik  oral  yang  digunakan.  Penelitian  ini  menggunnakan  metode deskriptif.  Pengambilan  sampel  dilakukan  di  wilayah  RW  007  Kelurahan Cipinang  Besar  Selatan  Jakarta  Timur  pada  bulan Juni  - Juli  2019  menggunakan proposional  random  sampling  dengan  84  responden.  Terdapat  84  sampel  yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter paling  banyak  ditemukan  dengan  keluhan  sakit  yaitu  sakit  gigi  sebanyak  40 responden (47,62 %), cara penggunaan antibiotik oral yaitu 3 kali sehari sebanyak 45  responden  (53,57  %),  lamanya  waktu  penggunaan  antibiotik  oral  yaitu  tepat setelah  gejala  hilang  sebanyak  45  responden  (53,57%),  alasan  penggunaan antibiotik oral yaitu dikarenakan lebih manjur sebanyak 30 responden (35,71 %), tempat pembelian antibiotik oral yaitu di apotek sebanyak 52 responden (61,90%), golongan  antibiotik  oral  yang  paling  sering  digunakan  yaitu  golongan  penisilin (amoksisilin)  sebanyak  45  responden  (53,57  %).  Simpulannya  penggunaan antibiotik  oral  tanpa  resep  dokter  di  wilayah  RW  007  Kelurahan  Cipinang  Besar Selatan  Jakarta  Timur  periode  Juni  ?  Juli  2019  sebanyak  69,05  %  yaitu  58 responden dari 84 responden.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>tanpa resep dokter</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Penggunaan Antibiotik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>antibiotik oral</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-185-2019</classification>
 <identifier type="isbn">3422116130</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-185-2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-185-2019</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="436" url="https://drive.google.com/file/d/13fOL5wWZ9LuiA1Qa8HPE3Yy2o0culwlh/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/13fOL5wWZ9LuiA1Qa8HPE3Yy2o0culwlh/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Gambaran Penggunaan Antibiotik Oral Tanpa Resep Dokter di Wilayah RW 007 Kelurahan Cipinang Besar Selatan Jakarta Timur Periode Juni - Juli 2019</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1524</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:45:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-30 06:39:55</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>