<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1553">
 <titleInfo>
  <title>Gambaran  Interaksi  Obat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah pada Pasien Geriatri di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit St. Carolus  Periode Februari sampai April 2019</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Linda Risma Mathilda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>78 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Penyakit  jantung  dan  pembuluh  darah  merupakan  salah  satu  penyakit  yang berkaitan  dengan    peningkatan  usia.  Penyakit  ini  merupakan  penyebab  kematian nomor  satu  secara  global.  Dimana  pasien  yang  mengalami  peningkatan  usia  60 tahun  ke  atas  disebut  pasien  geriatri,  yaitu  pasien  lanjut  usia  dengan  multi penyakit  dan  atau  gangguan  akibat  penurunan  fungsi  organ,  psikologi,  sosial, ekonomi,  dan  lingkungan.    Penyakit  jantung  dan  pembuluh  darah  ini  sering  kali ditangani  dengan  terapi  obat  yang    peresepannya  polifarmasi  sehingga  dapat meningkatkan  risiko  terjadinya  interaksi obat.  Interaksi  obat  merupakan  keadaan yang  ditimbulkan  dari  pemberian  lebih  dari  satu  obat  dalam  waktu  bersamaan dimana efek masing-masing obat dapat saling mengganggu atau keduanya saling menguntungkan. Interaksi obat dapat disebabkan oleh mekanisme farmakokinetik atau  mekanisme  farmakodinamik.  Mekanisme  farmakokinetik  merupakan  proses pergerakan  obat  yang  mencakup  nasib  dan  perjalanan  obat  di  dalam  tubuh  yang terdiri dari  empat fase yaitu  fase absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi, sedangkan  mekanisme  farmakodinamik  merupakan  setiap  proses  yang  dilakukan obat  terhadap  tubuh  yang  meliputi  mekanisme  kerja  obat,  efek  terapeutis,  efek yang  tidak  diinginkan,  efek  toksis  dan  lain-lain  yang  biasanya  terjadi  jika  efek farmakologi  dua  obat  bersifat  aditif  atau  berlawanan,  sinergisme,  dan antagonisme. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental dengan rancangan  penelitian  deskriptif  yang  menggunakan  resep-resep  pasien  geriatri yang  dirawat  inap  di  Rumah  Sakit  St.  Carolus,  Jakarta,  pada  periode  Februari sampai  April  2019.    Adanya  interaksi  obat  dianalisis  dengan  menggunakan  situs Drugs.com dan aplikasi Stockely drug interaction. Dari dua unit  rawat inap yang dipilih  secara  random  sampling,  diperoleh  populasi  sebanyak  120  pasien,  yang kemudian  didapat    30  sampel  yang  termasuk  ke  dalam  kriteria  inklusi,    dan sebagai  hasil  akhir  diperoleh  data    jumlah  interaksi  obat  adalah  36  kejadian,  29 kejadian interaksi farmakokinetik (81%) dan 7 kejadian interaksi farmakodinamik (19%).  Untuk  meminimalisir  terjadinya  interaksi  obat  peran  tenaga  kefarmasian khususnya apoteker klinis sangat diperlukan dan peran Pendamping Minum Obat (PMO)  perlu  ditingkatkan  melalui  konseling,  antara  lain    mengenai  jeda  waktu atau rute pemberian obat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Interaksi Obat</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>polifarmasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>pasien geriatri</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>penyakit jantung dan pembuluh darah</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-214-2019</classification>
 <identifier type="isbn">3422116167</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-214-2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-214-2019</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="472" url="https://drive.google.com/file/d/16UUeDaCEuE1A-BZaknys5o4-q0_wXcnZ/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/16UUeDaCEuE1A-BZaknys5o4-q0_wXcnZ/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Gambaran  Interaksi  Obat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah pada Pasien Geriatri di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit St. Carolus  Periode Februari sampai April 2019</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1553</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:45:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-30 11:46:08</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>