<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1565">
 <titleInfo>
  <title>Identifikasi dan Penetapan Kadar Senyawa Flavonoid Dalam Kulit Ari Buah Jengkol dan Kulit Cangkang Buah Jengkol (Pithecollobium lobatum Benth)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Riqi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>92 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Tumbuhan  jengkol  (Pithecollobium  lobatum  Benth)  dikenal  mengandung berbagai  golongan  senyawa  kimia  tertentu  sebagai  bahan  obat  yang mempunyai  efek  fisiologis  terhadap  organisme  lain,  atau  sering  disebut sebagai  senyawa  bioaktif.  Dalam  penelitian  ini  bertujuan  mengetahui adanya senyawa flavonoid dalam kulit ari buah jengkol dan kulit cangkang buah  jengkol  (Pithecollobium  lobatum  Benth)  dan  banyaknya  kadar senyawa flavonoid yang terkandung didalamnya.  Penelitian dilaksanakan di  laboratorium  Fitokimia  Akademi  Farmasi  IKIFA  dimulai  pada  bulan April  sampai  akhir  Juli  2019.  Penelitian  dilakukan  dengan  cara mengekstraksi  simplisia  kulit  jengkol  (Pithecollobium  lobatum  Benth) yang  dibedakan  menjadi  kulit  cangkang  jengkol  dan  kulit  ari  jengkol dengan metode ekstraksi cara dingin yaitu perkolasi menggunakan pelarut aetanol  96%.  Flavonoid  merupakan  senyawa  polar  karena  memiliki sejumlah  gugus  hidroksil  yang  tidak  tersubstitusi.  Pelarut  polar  seperti etanol,  metanol,  etilasetat,  atau  campuran  dari  pelarut  tersebut  dapat digunakan  untuk  mengekstrak  flavonoid  dari  jaringan  tumbuhan.  Hasil ekstaksi diperoleh ekstrak cangkang jengkol sebanyak 12,355 g dan 0,687 g  ekstrak  kulit  ari  jengkol,  menunjukkan  bahwa  nilai  rendemen  ekstrak kulit cangkang jengkol sebesar 12,961%  dan nilai rendemen ekstrak kulit ari  jengkol  sebesar  8,25%.  Hasil  uji  identifikasi  rekasi  warna  dengan  10 mg  ekstrak  kulit  cangkang  buah  jengkol  (sampel  1)  dan  10  mg  ekstrak kulit  ari  buah  jengkol  (sampel  2)  dilarutkan  dalam  10  ml  etanol  96% menggunakan  pereaksi  NaOH,  H2SO4  dan  Mg-HCl  menunjukan  hasil warna  yang  positif  mengandung  senyawa  flavonoid.  Penetapan  kadar flavonoid  menggunakan  metode  spektrofotometer  UV-Vis  dengan menentukan panjang gelombang maksimal dengan baku standar flavonoid rutin,  berdasarkan  hasil  pengukuran  absorbansi  larutan  standar  pada berbagai  konsentrasi  maka  kurva  kalibrasi  larutan  standar  senyawa flavonoid  rutin  diperoleh  hubungan  yang  linier  antara  absorbansi  dengan konsentrasi  yang  ditujukan  dengan  pengukuran  linier  sebesar  0,9964, persamaan  diperoleh  dengan  kurva  :  Y  =  0,0202x  +  0,0672  dengan  R2  + 0,9964.  Hasil  penetapan  kadar  menunjukan  hasil  ekstrak  kulit  cangkang jengkol  sebesar  19,329mg/L  dan  ekstrak  kulit  ari  jengkol  sebesar  23,520 mg/L. Rata  ? rata kadar flavonoid ekstrak kulit cangkang jengkol sebesar 4,83% dan kadar ekstrak kulit ari jengkol sebesar 5,87%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>penetapan kadar</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>metode ekstraksi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>cara dingin</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ekstrak etanol</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>pithecollobium lobatum benth</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-226-2019</classification>
 <identifier type="isbn">3422116227</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-226-2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-226-2019</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="650" url="https://drive.google.com/file/d/1p5-l3vpl3Q_dJmu3MCLdb39Vt76hey7r/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1p5-l3vpl3Q_dJmu3MCLdb39Vt76hey7r/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Identifikasi dan Penetapan Kadar Senyawa Flavonoid Dalam Kulit Ari Buah Jengkol dan Kulit Cangkang Buah Jengkol (Pithecollobium lobatum Benth)</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1565</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:45:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-04 19:12:16</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>