<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1575">
 <titleInfo>
  <title>Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu Obat Antibiotik Di RW 006 Kelurahan Klender Jakarta Timur Periode Mei 2019</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadiatul Khaira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>73 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Penggunaan obat antibiotik di rumah masih banyak masyarakat yang belum mengerti bagaimana cara menggunakan obat dari awal sejak mereka mendapatkan hingga  akhir.  Kurangnya  keingintahuan  masyarakat  mengenai  hal  ini  sangatlah berbahaya.  Mereka  tidak  boleh  menganggap  remeh  mengenai  tata  cara pengelolaan  obat  antibiotik,  antibiotik  berperan  penting  dalam  mengobati  infeksi yang  disebabkan  oleh  bakteri.  Sebuah  studi  menemukan  40-60%  antibiotik digunakan  secara  secara  tidak  tepat  antara  lain  untuk  penyakit-penyakit  yang sebenernya  tidak  memerlukan  antibiotik  untuk  pengobatan  karena  dalam  hal  ini antibiotik tidak bermanfaat dan justru dapat menimbulkan bahaya. Salah satu cara pengelolaan  obat  antibiotik  yang  baik  dan  benar  adalah  melalui  sosialisasi Dagusibu,  Dagusibu  merupakan  akronim  dari  (dapatkan,  gunakan,  simpan,  dan buang)  obat  dengan  benar,  yang  dirancang  oleh  IAI  (Ikatan  Apoteker  Indonesia) dalam upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap obat, melalui program gerakan keluarga sadar obat. Dagusibu menjelaskan tentang cara pengelolaan  obat  antibiotik  yang  bijak  dan  benar  dari  awal  cara  mendapatkan hingga  cara  membuangnya  saat  obat  tidak  dikonsumsi  lagi.  Berdasarkan  hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada 30 0rang di lingkungan  RW 006 Kelurahan  Klender  Jakarta  Timur,  diperoleh  hasil  dari  20%  (6  orang) berpengetahuan  baik,  17%  (5  orang)  berpengetahuan  cukup  dan  63%  (19  orang) berpengetahuan  kurang  tentang  Dagusibu  terhadap  obat  antibiotik.  penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui  pengetahuan  masyarakat  tentang  Dagusibu  terhadap obat  antibiotik  di  RW  006  Kelurahan  Klender  Jakarta  Timur.  Metode  penelitian ini  yaitu  deskriptif.  Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  masyarakat  di  RW  006 Kelurahan  Klender  Jakarta  Timur  dengan  jumlah  sampel  198  responden menggunakan  teknik  cluster  random  sampling.  Berdasarkan  hasil  penelitian diketahui bahwa pengetahuan mengenai Dagusibu Obat Antibiotik yang memiliki pengetahuan baik tentang Dagusibu Obat Antibiotik sebanyak 33 orang  (16,7%), berpengetahuan cukup yaitu 102 orang (51,5%), dan berpengetahuan kurang yaitu 63  orang  (31,8%).  Kesimpulan  dari  keseluruhan  penelitian  menyatakan  bahwa Masyarakat  di  RW  006  Kelurahan  Klender  Jakarta  Timur  memiliki  pengetahuan cukup sebanyak 102 orang (51,5%).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Pengetahuan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Masyarakat</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DAGUSIBU</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>deskriptif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>obat antibiotik</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-236-2019</classification>
 <identifier type="isbn">3422116201</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-236-2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-236-2019</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="659" url="https://drive.google.com/file/d/1USxyhlFW75RoCHG1iP_VjY40Kbu-hS2E/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1USxyhlFW75RoCHG1iP_VjY40Kbu-hS2E/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu Obat Antibiotik Di RW 006 Kelurahan Klender Jakarta Timur Periode Mei 2019</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1575</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:45:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-05 04:34:38</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>