<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1577">
 <titleInfo>
  <title>Uji Fitokimia Ekstrak Etanol 70% Kayu Beringin (Ficus Benjamina L) Dengan Metode Maserasi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Oza Ameliyan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>64 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
Tanaman  beringin  memiliki  nama  latin  Ficus  benjamin.  Nama  umum  atau dagangnya  adalah  weeping  fi,  sedangkan  beringin  dikenal  dengan  nama daerah,  dijawa:  Waringin,  sunda:  caringin.  Hasil  penelitian  sebelumnya, tentang Identifikasi kandungan kimia daun pohon beringin hasil menunjukkan bahwa daun beringin mengandung golongan senyawa tanin, alkaloid, saponin, flavonoid dan pada akar beringin mengandung flavonoid dan triterpen. Tujuan penelitian  ini  untuk  mengetahui  kandungan  metabolit  sekunder  pada  ekstrak etanol  70%  kayu  beringin  (Ficus  benjamina  L)  sama  dengan  daun  beringin. Metode  penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif.  Dilakukan  dengan metode  maserasi  menggunakan  pelarut  etanol  70%.  Simplisia  yang  sudah dipecahkan  dengan  di  blender  dan  diayak  dengan  pengayak  no  B40/100 ditimbang sebanyak 100,00 gram dan di maserasi dengan etanol 70% sebanyak 1liter  selama  6jam  sambil  sesekali  diaduk,  kemudian  diamkan  sampai  24jam. Setelah 24jam maserat disaring menggunakan kain flanel dan ditampung pada wadah  penampung  maserat.  Ampas  maserat  di  remaserasi  kembali  selama  2x pengulangan  dengan  pelarut  etanol  70%  masing-masing  sebanyak  1liter. Maserat  pertama,  kedua  dan  ketiga  di  masukkan  kedalam  rotary  evaporator untuk diuap kan sampai diperoleh ekstrak kental seperti madu. Maserasi dipilih karena  pengerjaan  dan  peralatan  yang  cukup  mudah  dan  sederhana  dimana kebanyakan  sediaan  herbal  terstandar  diekstrak  dengan  metode  ini.  Senyawa metabolit ini umumnya bersifat polar sehingga dalam penelitian ini digunakan pelarut  polar  yaitu  etanol  70%.  Pelarut  polar  ini  diharapkan  dapat  menyari metabolit  sekunder  yang  diinginkan.  Etanol  lebih  mudah  untuk  menembus membran  sel  untuk  mengekstrak  bahan  instraseluler  dari  bahan  tumbuhan. Metanol lebih polar dibanding etanol namun karena sifat yang toksik, sehingga tidak  cocok  digunakan  untuk  ektraksi.  Etanol  70%  adalah  pelarut  pilihan utama  untuk  mengekstraksi  metabolit  sekunder  yang  belum  diketahui strukturnya dan untuk tujuan skrining. Hasil uji fitokimia pada alkaloid dengan pereaksi  bouchardat  menunjukkan  warna  coklat,  dengan  pereaksi  mayer menunjukan  warna  putih,  dengan  pereaksi  dragendrof  menunjukkan  warna jingga.  Pada  flavonoid  menunjukkan  warna  hijau  tosca.  Pada  tanin menunjukkan warna hijau kecoklatan. Pada saponin menunjukan adanya buih. Simpulan  dari  penelitian  ini  adalah  kayu  beringin  positif  mengandung golongan  senyawa  alkaloid,  tanin,  dan  saponin.  Flavonoid  tidak  ditemukan pada kayu beringin.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kayu beringin</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>uji fitokimia</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ficus benjamina</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-238-2019</classification>
 <identifier type="isbn">3422116231</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-238-2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-238-2019</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="661" url="https://drive.google.com/file/d/1w0So_HlKL8p7JFQSjSX3OqrUwreGBmZS/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1w0So_HlKL8p7JFQSjSX3OqrUwreGBmZS/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Uji Fitokimia Ekstrak Etanol 70% Kayu Beringin (Ficus Benjamina L) Dengan Metode Maserasi</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1577</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:45:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-05 04:36:13</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>