Detail Cantuman
Advanced Search
Lap. KTI
Gambaran Perbandingan Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Farmasi di Apotek ?A? dan Apotek ?B? Bulan Juli 2019
ABSTRAK
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh apoteker. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 tahun 2016 Tentang Standar pelayanan Kefarmasian di apotek. Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian di apotek meliputi dua kegiatan yaitu kegiatan yang bersifat manajerial berupa pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai serta pelayanan farmasi klinik. Kepuasan pelanggan merupakan suatu proses respon terhadap kebutuhan konsumen. Kepuasan pelanggan digunakan untuk menilai suatu produk hingga pelayanan, berhubungan dengan apa yang diharapkan dengan realisasinya. Kepuasan pelanggan dapat berpengaruh kepada bagaimana pelayanan yang diberikan oleh suatu penyedia jasa atau barang sudah baik atau belum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perbandingan kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Apotek A dan Apotek B berdasarkan 5 indikator yaitu : kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), bukti langsung (tangible). Metode penelitian dalam karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskriptif (pengambilan data menggunakan angka) dengan kuesioner untuk mengetahui tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian di apotek A dan apotek B. Penelitian ini menggunakan sample accidental sampling dan didapat sebanyak 100 responden di aotek A dan 100 responden di apotek B. Hasil penelitian ini yaitu pada indikator kehandalan persentasi tertinggi di apotek A ada pada ketegori puas (47%) sedangkan persentasi tertinggi di apotek B pada kategori puas (61%), pada indikator daya tanggap persentasi tertinggi apotek A pada kategori cukup puas (54%) sedangkan apotek B puas (50%), pada indikator jaminan persentasi tertinggi apotek A pada kategori puas (62%) sedangkan apotek B pada kategori puas (52%), pada indikator empati persentasi tertinggi apotek A berada pada kategori cukup puas (52%) dan apotek B pada kategori puas (48%), pada indikator bukti langsung persentasi tertinggi kepuasan pasien terhadap bukti langsung, di apotek A pada kategori puas (47%) dan apotek B pada kategori puas (61%). Dapat disimpulkan bahwa gambaran perbandingan kepuasan pasien di apotek A berada pada kategori puas (47.40%) dan apotek B juga pada kategori puas (54.20%). Dimana kedua apotek mendapat tingkat kategori kepuasan yang sama yaitu puas dengan perbandingan persentasi 6.8%. Kedua apotek sudah memberikan pelayanan farmasi kepada pasien dengan memuaskan.
Ketersediaan
| KTI-240-2019 | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
KTI-240-2019
|
| Penerbit | : ., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
74 Hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
3422116229
|
| Klasifikasi |
KTI-240-2019
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






