No image available for this title

Lap. KTI

Gambaran Faktor Penyebab Kekosongan Stok Obat Merek Dagang dan Pengendalian Persediaan Obat dengan Analisis ABC di Gudang Farmasi Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Periode Maret Tahun 2019



ABSTRAK
Standar Pelayanan Kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Kekurangan obat pada setiap unit pelayanan kesehatan merupakan suatu komponen masalah yang kompleks. Oleh karena itu diperlukan manajemen pengelolaan obat yang efektif dan efisien. Salah satu proses pengelolaan obat yang efektif adalah dengan menjamin ketersediaan obat baik dalam hal jenis dan jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat menghindari adanya kekurangan dan kelebihan obat. Gudang farmasi Rumah Sakit Awal Bros Bekasi belum optimal dalam melakukan pengelolaan obat sehingga terjadi kekosongan dan pembelian obat di luar rumah sakit dan mengakibatkan pendapatan keuntungan rumah sakit berkurang hal ini disebabkan karena petugas kurang teliti dalam pencatatan defecta barang dalam buku defecta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kekosongan stok obat merek dagang di gudang farmasi Rumah Sakit Awal Bros Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif yang diperoleh dengan pengambilan data dari buku daftar hutangan obat kepada pasien dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa penyebab faktor kekosongan obat merek dagang di gudang farmasi Rumah Sakit Awal Bros Bekasi faktor yang disebabkan karena petugas kurang teliti dalam pencatatan defecta barang sebanyak 101 kejadian (59,1%), faktor yang disebabkan karena obat-obat slow moving sebanyak 16 kejadian (9,4%), faktor yang disebabkan karena waktu tunggu pemesanan hingga barang datang sebanyak 46 kejadian (26,9%) dan faktor yang disebabkan karena kekosongan pada distributor sebanyak 8 kejadian (4,6%). Penelitian menyimpulkan bahwa penyebab faktor kekosongan obat merek dagang digudang farmasi Rumah Sakit Awal Bros paling banyak terjadi karena faktor petugas kurang teliti dalam pencatatan defecta barang (59,1%).


Ketersediaan

KTI-243-2019Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
KTI-243-2019
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
75 Hal
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
3422116265
Klasifikasi
KTI-243-2019
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this