Detail Cantuman
Advanced Search
Lap. KTI
Gambaran Penyimpanan Obat di Rumah Pada Masyarakat di RW 006 Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung Jakarta Timur Periode Mei-Juli 2019
ABSTRAK Penyimpanan obat adalah suatu kegiatan menyimpan dengan cara menempatkan obat-obatan pada tempat yang aman dari gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat. Menurut hasil Riskesdas (2013), sejumlah 103.360 atau 35,2% dari 294.959 RT (Rumah Tangga) di Indonesia menyimpan obat untuk swamedikasi, dengan proporsi tertinggi di DKI Jakarta (56,4%) dan terendah di Nusa Tenggara Timur (17,2%). Rerata sediaan obat yang disimpan hampir 3 macam. Dari (35,2%) RT yang menyimpan obat, proporsi RT yang menyimpan obat keras (35,7%) dan antibiotik (27,8%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penyimpanan obat di rumah pada masyarakat agar dapat mencegah dampak penggunaan obat yang tidak tepat dan berpotensi bahaya di lingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat di rumah pada masyarakat di RW 006 Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung Jakarta Timur. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Propotional random sampling, sampel yang digunakan adalah 10% dari setiap RT yang berjumlah 2030 Kartu Keluarga. Total sampel yang akan diteliti sebanyak 207 Kartu Keluarga. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dengan melakukan observasi. Hasil penelitian menunjukkan dari 207 responden sebanyak 172 responden (83,09%) menyimpan 1-5 obat, kelas terapi terbanyak yang disimpan yaitu analgetik, antipiretik& NSAIDs, antipirai dan antiinflamasi sebanyak 247 obat (30,42%), golongan obat yang disimpan dalam penelitian ini adalah obat keras sebanyak 280 obat (34,48%), tempat penyimpanan obat yang paling banyak disimpan adalah di lemari/laci sebanyak 376 obat (46,59%), sumber memperoleh obat dari hasil penelitian ini sebagian besar obat- obatan diperoleh dari apotek sebanyak 448 (55,17%), Tanggal kadaluarsa obat berlaku jika obat disimpan pada kondisi yang tepat dalam penelitian ini hampir seluruh obat rumah tangga yang disimpan belum kadaluarsa yaitu sebanyak 674 obat (83,00%), bentuk sediaan obat yang disimpan di rumah dalam bentuk sediaan tablet, kaplet, pil, kapsul (60,34%). Maka dapat disimpulkan bahwa responden paling banyak menyimpan 1-5 item obat, obat tersebut masuk kedalam kelasterapi terbanyak yang disimpan pada responden yaitu analgetik, antipiretik& NSAIDs, antipirai dan antiinflamasi, dengan golongan obat yang paling banyak yaitu golongan obat keras, yang tempat penyimpanan obatnya paling banyak disimpan adalah di lemari/laci, dengan berstatus obat yang digunakan untuk keperluan mendatang, obat tersebut bersumber paling banyak berasal dari Apotek/RS/Puskesmas, status obat yang disimpan keadaannya belum kadaluarsa, dan bentuk sediaan obat yang disimpan dalam bentuk tablet/kaplet/kapsul/pil.
Ketersediaan
| KTI-267-2019 | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
KTI-267-2019
|
| Penerbit | : ., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
119 Hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
3422116359
|
| Klasifikasi |
KTI-267-2019
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






