Detail Cantuman
Advanced Search
Lap. KTI
Profil Peresepan Obat Hipertensi di Poli Jantung BPJS Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Periode Januari sampai Maret 2019
ABSTRAK Penyakit degeneratif adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya kerusakan atau penghancuran terhadap jaringan atau organ tubuh. Salah satu klasifikasi penyakit degeneratif adalah hipertensi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis ketika tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai ?pembunuh diam-diam? karena jarang memiliki gejala yang jelas. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang berusia 18 tahun mencapai 25,8% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, penderita hipertensi perempuan lebih banyak 6% dibanding laki-laki. Sementara itu yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya mencapai sekitar 9,4%. Hal ini berarti masih banyak penderita hipertensi yang tidak terjangkau dan terdiagnosis oleh tenaga kesehatan serta tidak menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Hal tersebut menyebabkan hipertensi menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil peresepan obat hipertensi di Poli Jantung BPJS Rumah sakit Umum Daerah Tarakan periode Januari sampai Maret 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan lembar resep yang mengandung obat hipertensi berdasarkan zat aktif kemudian dihitung jumlah dan persentasenya. Berdasarkan hasil penelitian mengenai profil peresepan obat hipertensi di Poli Jantung BPJS Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan periode Januari sampai Maret 2019, diperoleh kesimpulan bahwa peresepan penggunaan obat hipertensi berdasarkan zat aktif dengan persentase 5 terbesar terdiri dari Bisoprolol 35.090 tablet (37,29%), Candesartan 21.870 tablet (23,24%), Amlodipin 11.625 tablet (12,35%), Ramipril 9.788 tablet (10,40%), Valsartan 3.690 tablet (3,92%). Penggunaan obat Bisoprolol 1,25 mg pada bulan Januari 180 tablet (32,43%), Februari 135 tablet (24,32%), Maret 240 tablet (43,24%). Penggunaan obat Bisoprolol 2,5 mg pada bulan Januari 8.340 tablet (32,74%), Februari 8.340 tablet (32,74%), Maret 8970 tablet (35,21%). Penggunaan obat Bisoprolol 5 mg pada bulan Januari 3.180 tablet (35,07%), Februari 2.720 tablet (30,00%), Maret 3.165 tablet (34,91%). Penggunaan obat Candesartan 8 mg pada bulan Januari 2.100 tablet (31,31%), Februari 1.815 tablet (27,06%), Maret 2.790 tablet (41,61%), penggunaan obat Candesartan 16 mg pada bulan Januari 5.115 tablet (33,72%), Februari 4.500 tablet (29,67%), Maret 5.550 tablet (36,59%). Penggunaan obat Amlodipin 5 mg pada bulan Januari 2.070 tablet (35,65%), Februari 1.755 tablet (30,23%), Maret 1.980 tablet (34,10%). Penggunaan obat Amlodipin 10 mg pada bulan Januari 2.100 tablet (36,08%), Februari 1.560 tablet (26,80%), Maret 2.160 tablet (37,11%). Penggunaan obat Ramipril 5 mg pada bulan Januari 2.123 tablet (21,68%), Februari 3.060 tablet (31,26%), Maret 4.605 tablet (47,04%). Penggunaan obat Valsartan 80 mg pada bulan Januari 120 tablet (14,28%), Februari 360 tablet (42,85%), Maret 360 tablet (42,85%). Penggunaan obat Valsartan 160 mg pada bulan Januari 270 tablet (9,47%), Februari 1.110 tablet (38,94%), Maret 1.470 tablet (51,57%).
Ketersediaan
| KTI-268-2019 | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
KTI-268-2019
|
| Penerbit | : ., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
54 Hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
3422116251
|
| Klasifikasi |
KTI-268-2019
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






