<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3590">
 <titleInfo>
  <title>Identifikasi Pengawet Berbahaya dalam Tahu di Masyarakat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jimmy Leonardo S</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>70 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Pangan  merupakan  segala  sesuatu  yang  berasal  dari  sumber  hayati,  produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, perternakan, perairan, dan  air, baik yang diolah maupun  yang tidak diolah,  yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia termasuk Bahan Tambahan Pangan. Pemerintah Indonesia  sudah  mengeluarkan  peraturan  tentang  larangan  pada  bahan  tambahan pangan  pada  peraturan  Mentri  Kesehatan  Republik  Indonesia No.033/Menkes/Per/IV/2012,  Penyalahgunaan  bahan  penawet  berbahaya  pada makanan  disebabkan  karena  tingkat  pengetahuan  yang  rendah  mengenai  bahaya efek  sampingnya  terhadap  tubuh.  Pada  peraturan  BPOM  Nomor  11  tahun  2019 tentang Bahan Tambahangan Pangan, terdapat  bahan tambahan pangan yang boleh di  gunakan  salah  satunya  penggunaan  bahan  pengawet.  Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui  kandungan  bahan  pengawet  berbahaya  dalam  tahu.  Metode penelitian ini menggunakan literatur review dengan menggunakan beberapa artikel yang  dipilih  berdasarkan  kriteria  yang  telah  ditetapkan.  Artikel  yang  digunakan memiliki ISSN dan merupakan terbitan tahun 2014 ? 2021. Hasil penelitian artikel 1 menunjukan bahwa tahu di pasar Tradisional Kota Makasar mengandung bahan pengawet berbahaya formalin dengan persentase 66.7%, dari 15 sampel yang di uji. Hasil penelitian artikel 2 menunjukkan bahwa tahu yang terdapat di pasar sentral Kota  dan  Wua-Wua  mengandung  bahan  pengawet  berbahaya  formalin  dengan persentase 58,8% dari 17 sampel yang di uji</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>formalin</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>bahan tambahan makanan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>tahu</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-012-2021</classification>
 <identifier type="isbn">3422117150</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-012-2021</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-012-2021</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="1141" url="https://drive.google.com/file/d/1st8o4lfY173THOwGimSekwiCoIhekJ3u/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1st8o4lfY173THOwGimSekwiCoIhekJ3u/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Identifikasi Pengawet Berbahaya dalam Tahu di Masyarakat</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3590</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-11 09:33:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 14:19:15</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>