<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3595">
 <titleInfo>
  <title>Profil Pengobatan Demam Berdarah Dengue (DBD)  pada Pasien Anak di Rumah Sakit</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ade Ahmad Jafar Sidik</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>108 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Demam  berdarah  dengue  merupakan  suatu  penyakit  epidemik  akut  yang disebabkan  oleh  virus  yang  ditransmisikan  oleh  Aedes  aegypti  dan  Aedes albopictus. Virus DBD diperkirakan menginfeksi sekitar 50 juta orang pertahunnya dengan 500.000 orang diantaranya memerlukan rawat inap dan kurang lebih 90% dari  pasien  rawat  inap  merupakan  anak-anak.  DBD  merupakan  penyakit  yang disebabkan  oleh  virus,  sehingga  pengobatan  yang  diberikan  hanya  bersifat simtomatis yaitu menghilangkan gejala-gejala yang terlihat setiap penderita. Dalam diagnosis  dan  tatalaksana  perlu  dipahami  perjalanan  penyakit,  hal  ini  berttujuan untuk mengurangi kejadian yang tidak diinginkan. Tujuan tinjauan artikel ini untuk mengetahui profil pengobatan demam berdarah dengue pada anak di rumah sakit. Metode  penelitian  yang  digunakan  dalam  tinjauan  artikel  berupa  studi  deskriptif dengan  pemilihan  artikel  sesuai  PICOS.  Pencarian  artikel  menggunakan  aplikasi publish  and  perish  dengan  database  yang  digunakan  adalah  google  schoolar  dan CrossRef. Kualitas studi juga dilakukan pengecekan menggunakan JADAD Score. Hasil pencarian artikel, peneliti mendapatkan empat artikel sesuai dengan PICOS. Tinjauan dilakukan dengan melihat penggunaan obat yang diberikan kepada pasien DBD anak. Didapatkan penggunaan terbesar pada golongan obat antipiretik sebesar 82.59%,  rehidrasi  intravena  63.56%,  dan  antiinflamasi  11.74%.  Namun dikarenakan adanya keterbatasan penelitian, maka  tinjauan dilakukan berdasarkan jumlah  artikel  penggunan  golongan  obat.  Kesimpulan  tinjauan  ini  adalah  terapi yang  banyak  digunakan  adalah  antipiretik,  antibiotik,  antiemetik,  antitukak  dan rehidrasi  intravena.  Sedangkan  obat  yang  paling  banyak  digunakan  adalah parasetamol, domperidon, dan ranitidin.</note>
 <subject authority="">
  <topic>DBD</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>tatalaksana</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>terapi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>penggolongan obat</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-017-2021</classification>
 <identifier type="isbn">3422118002</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-017-2021</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-017-2021</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3595</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-11 09:33:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-11 09:33:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>