<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3599">
 <titleInfo>
  <title>Gambaran Penggunaan Obat Kemoterapi Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Premier Jatinegara Periode Januari 2018?Maret 2021</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aditya Rizal Alamsyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>61 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Sampai  saat  ini,  penyakit  kanker  merupakan  ancaman  bagi  kesehatan masyarakat  di  seluruh  negara,  terutama  di  negara  berkembang.  Berdasarkan data Global Cancer Observatory kanker payudara menjadi yang paling banyak diderita  masyarakat Indonesia.  Kemoterapi  merupakan  salah  satu pengobatan kanker  yang  bertujuan  untuk  menghambat  atau  menghentikan  perkembangan sel  kanker  pada  tubuh  pasien.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendapatkan gambaran  penggunaan  obat  kemoterapi  pasien  kanker  payudara  di  Rumah Sakit  Premier  Jatinegara  melalui  metode  deskriptif  kuantitatif  dengan mengambil data dari buku mixing kemoterapi dan rekam medis pasien kanker payudara  yang  menjalankan  kemoterapi  di  ruang  kemoterapi  Rumah  Sakit Premier Jatinegara periode Januari 2018?Maret 2021. Berdasarkan data yang didapat  dapat  diketahui  selama  periode  tersebut  terdapat  beberapa  item  obat yang  digunakan  Bevacizumab  1  kali  (1,81%),  Carboplatin  1  kali  (1,81%), Cyclophosphamide 19 kali (34,54%), Docetaxel 9 kali (16,36%), Doxorubicin 16  kali  (29,09%),  Epirubicin  1  kali   (1,81%),  Trastuzumab  2  kali  (3,63%), Vinorelbine  3  kali  (5,45%),  dan  5-Fluorouracil  3  kali  (5,45%),  kemudian pengobatan kemoterapi yang paling  banyak digunakan adalah kombinasi dari  obat  Doxorubicin  +  Cyclophosphamide  yang  merupakan  obat  kemoterapi golongan  Inhibitor  Topoisomerase  +  Alkilator  yaitu  sebanyak  10  pasien  ( 37,03%).</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kanker Payudara</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>gambaran</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>obat kemoterapi</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-021-2021</classification>
 <identifier type="isbn">3422118007</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-021-2021</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-021-2021</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3599</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-11 09:33:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-11 09:33:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>