<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3684">
 <titleInfo>
  <title>Gambaran Penggunaan Obat Analgetika Anti Inflamasi Pada Masyarakat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dellsya Octaviani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>65 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Nyeri  adalah  pengalaman  sensori  dan  emosional  yang  tidak menyenangkan  akibat  kerusakan  jaringan  yang  aktual  dan  potensial. Bahwa nyeri merupakan suatu mekanisme produksi bagi tubuh. Timbul ketika  jaringan  sedang  dirusak,  dan  menyebabkan  individu  tersebut bereaksi  untuk  menghilangkan  rangsangan  nyeri.  Ketika  manusia mengalami  penuaan  maka  akan  terjadi  masalah  penurunan  fisik  yang berakibat  terjadinya  nyeri.  Penurunan  fisik  yang  menyebabkan  nyeri ditimbulkan  oleh  antara  lain  penipisan  kartilago.  Data  dari  hasil  dari Riset  Kesehatan  Dasar  (RISKESDAS)  tahun  2018  didapatkan  bahwa terdapat  peningkatan  prevalensi  penyakit  sendi  pada  usia  &gt;  55  tahun dari  11,9%  di  tahun  2013  menjadi  17,3%  ditahun  2018,  sedangkan prevalensi di Riau tidak mengalami perubahan dari tahun 2013 hingga tahun  2018  yaitu  sebesar  7,1%.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui penggunaan obat analgetik anti  inflamasi  yang digunakan untuk meredakan nyeri sendi pada masyarakat. Metode yang digunakan adalah  tinjauan  artikel  yang  dikumpulkan  berdasarkan  pencarian database  google  scholar  dan  crossref.  Kriteria  artikel  yang  digunakan adalah yang diterbitkan pada tahun 2011 ? 2021 dan terdapat di wilayah Republik  Indonesia.  Jumlah  artikel  yang  digunakan  yaitu  sebanyak  2 artikel  dengan  ketentuan  full  text  dan  ber-ISSN.  Sampel  jurnal  yang digunakan  adalah  pasien  AR  yang  ditetapkan  berdasarkan  kriteria inklusi.  Pada  artikel  ke-1  dan  artikel  ke-2  terdapat  perbedaan  terapi yang  banyak  digunakan  yaitu  pemberian  obat  meloxicam  (57,14%)  , obat  kombinasi(84,44%),  dan  paracetamol  (46,15%)  yang  merupakan obat  golongan  analgetik  antiinflamasi.  Kesimpulan  dari  penelitian tinjauan  artikel  ini  adalah  obat  yang  paling  banyak  digunakan  adalah meloxicam(  57,14%),  obat  kombinasi(  84,44%)  dan  paracetamol (46,15%). Dan yang paling banyak menggunakan adalah jenis kelamin perempuan yaitu pada artikel 1 sebesar 69,1% dan pada artikel 2 sebesar 84,44%.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Antiinflamasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Pengobatan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>analgetik</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-106-2021</classification>
 <identifier type="isbn">3422118108</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-106-2021</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-106-2021</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3684</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-11 09:33:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-11 09:33:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>