<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3686">
 <titleInfo>
  <title>Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi Batuk</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Destia Anggun Dwi Lestari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>69 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  Setiap  orang  tua  atau  muda,  pernah  menderita  gangguan  batuk  dan  pilek,  yang secara  keliru  lazimnya  disebut  influenza  atau  flu.  Berhubung  batuk  mengganggu baik  diri  sendiri  maupun  lingkungan,  maka  dapat  dimengerti  bahwa  orang  ingin secepatnya  menekan  gejala  batuk  ini  dengan  minum  sesuatu  obat  pereda  batuk. Masyarakat  terkadang  malas  untuk  pergi  ke  dokter  untuk  mengatasi  gejala penyakit  yang  dirasakan,  sehingga  masyarakat  sering  melakukan  pengobatan sendiri  (self  medication)  dengan  datang  ke  sarana  pelayanan  kesehatan  seperti apotek,  adanya  swamedikasi  ini  selain  faktor  dari  pasien  yang  malas  juga  pasien tidak  mau  mengantri  untuk  konsultasi  dan  mendapat  resep  dari  dokter.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi  batuk.  Metode  Penelitian  yang  digunakan  adalah  metode  tinjauan artikel  yang  menggunakan  aplikasi  Publish  or  Perish  dengan  database  Google Scolar  (kata  kunci:  Pengetahuan  AND  Masyarakat  AND  Batuk  AND  Deskriptif, tahun: 2011 ? 2021) dan Crossref (kata kunci: Pengetahuan Batuk, tahun: 2011 ? 2021). Populasi masyarakat yang berusia lebih dari 15 tahun dengan kategori baik, cukup dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang  swamedikasi  batuk  untuk  artikel  1  dalam  kategori  cukup  dengan presentase  47%  (81  responden)  menggunakan  kuesioner  dan  artikel  2  dalam kategori cukup dengan presentase 44% (60 responden) menggunakan pretest.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Masyarakat</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Swamedikasi Batuk</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>gambaran pengetahuan</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-108-2021</classification>
 <identifier type="isbn">3422118112</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-108-2021</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-108-2021</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3686</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-11 09:33:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-11 09:33:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>