<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3690">
 <titleInfo>
  <title>Penatalaksanaan Diare Pada Anak</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dewi Rahmawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>62 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Kesehatan  yang  kurang  baik  dalam  diri  anak  maupun  orangtua  dapat  memicu timbulnya  penyakit  diare.  kekambuhan  dan  komplikasi  diare  dapat  dicegah dengan  penatalaksanaan  yang  tepat.  Diare  merupakan  penyebab  utama  kematian kedua  pada  anak  dibawah  lima  tahun  dan  telah  membunuh  sekitar  525.000  anak setiap  tahun.  Karakteristik  penduduk  pada  kelompok  umur  anak  dibawah  lima tahun  adalah  kelompok  yang  paling  tinggi  menderita  diare.  Insiden  diare  di Indonesia  pada  saat  itu  adalah  6,7%.  Tujuan  untuk  melakukan  tinjauan  artikel tentang penatalaksanaan diare pada anak. Strategi pencarian artikel menggunakan PICOS dengan  keyword yang  disesuaikan dengan topic penulisan. Artikel dipilih berdasarkan  abstrak  atau  teks  lengkap  sebelum  dimasukan  dalam  peninjauan sesuai  dengan  kriteria  inklusi  dan  ekslusi  yang  akan  dilakukan  review.  Jumlah artikel  yang  digunakan  dalam  melakukan  tinjauan  artikel  sebanyak  2  artikel. Berdasarkan dari data artikel 1 menunjukan bahwa sebagian besar orang tua balita memiliki  praktek  yang  kurang  tepat  dalam  pelaksanaan  swamedikasi  diare terutama  terkait  tindak  lanjut  atau  penanganan  awal  saat  anak  diare,  orang  tua balita saat anaknya diare memberikan oralit 83,9%, tetap memberikan asi 75,8%, memberikan  obat  tradisional  54,8%  dan  zinc  sebanyak  21%.  Artikel  2 menunjukan  bahwa  pelaksanaan  swamedikasi  pada  anak  cukup  baik.  orang  tua anak  pada  saat  anaknya  diare  cukup  memberikan  oralit  91,5%,  memberikan perasaan  daun  jambu  biji  saat  anak  diare  75%,  memberikan  rebusan  kunyit  saat anak diare 63%, memberikan rebusan daun teh saat anak diare 48,5%.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Diare</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>anak</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>penatalaksana</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-112-2021</classification>
 <identifier type="isbn">3422118116</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-112-2021</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-112-2021</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3690</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-11 09:33:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-11 09:33:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>