<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3863">
 <titleInfo>
  <title>Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Cara Penyimpanan Dan Cara Pembuangan Obat Dengan Benar Pada RW 018 Kelurahan Jatisari Bekasi Periode Maret-April 2020</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Charles Djumhani W</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>95 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Berdasarkan  data dari  hasil  penelitian  yang  dilakukan  oleh  Badan Penelitian Dan  Pengembangan  Kesehatan  Kementrian  Kesehatan  Republik  Indonesia tahun 2013 status obat yang ada di rumah tangga di Indonesia menyimpan obat untuk  swamedikasi,  yang  dikelompokkan  menurut  obat  yang  sedang digunakan, obat untuk persediaan jika sakit, dan obat sisa. Obat sisa dalam hal ini  adalah obat sisa  resep  dokter atau  obat  sisa  dari  penggunaan  sebelumnya yang  tidak dihabiskan  atau obat  kadaluarsa  yang  diperoleh  dari  resep  dokter maupun  yang  dibeli  secara  bebas.  Data  yang  diperoleh  secara  nasional  ini 47,0% rumah tangga menyimpan obat sisa, jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi  rumah  tangga yang  menyimpan  obat untuk persediaan  yaitu 42,2%. Pembuangan sisa obat yang tidak terpakai yang dilakukan secara tidak layak  dapat  menimbulkan  berbagai  macam  masalah  yang  dapat  berpotensi beredarnya  obat  palsu  dan  penjualan  obat  kadaluarsa  yang  membahayakan konsumen  dan  lingkungan  sekitar.  Banyak  dijumpai  masyarakat  membuang obat dengan cara  langsung  memasukkannya  kedalam tempat sampah. Bahkan dalam kondisi kemasan obat yang utuh dan sangat rapih.  Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui  gambaran  pengetahuan  masyarakat  tentang  cara penyimpanan  dan  pembuangan  sisa  obat  tidak  terpakai.  Penelitian  ini menggunakan  metode  deskriptif  dan  pengambilan  sampel  menggunakan proporsional  random sampling.  Hasil  yang diharapkan dengan menggunakan metode penelitian yang digunakan dapat menggambarkan tentang pengetahuan masyarakat  RW  018  Kelurahan  Jatisari  Bekasi  dalam  menyimpan  dan membuang obat periode Maret-April 2020.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Pengetahuan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Obat</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>penyimpanan dan pembuangan</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-199-2020</classification>
 <identifier type="isbn">3422117057</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-199-2020</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-199-2020</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3863</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-05-10 10:43:54</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-10 15:31:08</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>