<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3999">
 <titleInfo>
  <title>Gambaran Ketersediaan Obat Program Rujuk Balik (PRB) di Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Diyah Ayu Lestari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>75 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pelayanan kesehatan tidak lagi terpusat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan tingkat lanjutan, namun pelayanan kesehatan harus dilakukan secara berjenjang sesuai dengan kebutuhan medisnya. Hal itu untuk meningkatkan  kualitas  pelayanan  kesehatan  bagi  peserta  Badan  Penyelenggaraan Jaminan  Sosial  (BPJS)  Kesehatan.  Penyediaan  obat  di  fasilitas  kesehatan dilaksanakan dengan mengacu kepada perubahan sistem pembiayaan Formularium Nasional  (Fornas)  dan  harga  obat  yang  tercantum  dalam  Katalog  Elektronik  (e- catalogue). Pada dasarnya tujuan dilakukannya pemesanan melalui sistem katalog elektronik untuk memudahkan sarana fasilitas kesehatan dan apotek jejaring yang bekerja  sama  dalam  pengelolaan  ketersediaan  obat  Program  Rujuk  Balik  (PRB). Akan tetapi, pada kenyataannya apotek jejaring yang bekerja sama masih banyak yang  belum  bisa  melakukan  pemesanan  dan  menyebabkan  kekosongan  obat. Tujuan  dari  penelitian  ini  untuk  mengetahui  gambaran  pengelolaan  ketersediaan obat PRB pada apotek jejaring di  Indonesia. Metode  penelitian ini menggunakan pendekatan  studi  literature  review  dengan  menggunakan  beberapa  sumber  jurnal atau  artikel  yang  dipilih  berdasarkan  kriteria  yang  ditetapkan.  Proses  pencarian literatur  jurnal  melalui  electronic  based  yang  terindeks  seperti  Google  Scholar (n=72) dan Crossref (n=116). Berdasarkan tinjauan artikel diperoleh hasil bahwa tidak meratanya sosialisasi tentang pelaksanaan pemesanan melalui  e-purchasing menimbulkan  ketidakpahaman  staff  dalam  melakukan  pemesanan  obat,  adanya ketidaksesuaian  regulasi  peraturan  dari  BPJS  Kesehatan  yang  tidak  tersosialisasi secara merata menyebakan kerugian pada apotek karena banyak klaim obat  yang tidak  terima  oleh  BPJS  Kesehatan.  Simpulan  pada  artikel  yang  ditinjau  adalah masalah yang sering terjadi yaitu proses manajemen pengelolaan ketersediaan obat. Tidak  optimalnya  pengadaan  obat  melalui  e-purchasing  berimbas  pada keberlangsungan  PRB  yang  memerlukan  jaminan  tersedianya  obat  di  apotek jejaring.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Apotek</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ketersediaan obat</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>program rujuk balik (PRB)</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-128-2021</classification>
 <identifier type="isbn">3422118134</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-128-2021</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-128-2021</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3999</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-05-10 15:01:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-10 15:01:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>