<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4020">
 <titleInfo>
  <title>Identifikasi Penggunaan Senyawa Boraks pada Kerupuk</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Erlan Maulana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>107 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  Boraks banyak digunakan sebagai bahan tambahan pada beberapa produk makanan, seperti kerupuk, bakso, mie basah, lontong dll. Penambahan boraks bertujuan untuk memberikan  tekstur  padat,  meningkatkan  kekenyalan,  kerenyahan,  dan memberikan  rasa  gurih  serta  meningkatkan  keawetan.  Konsumsi  makanan  yang mengandung boraks tidak langsung menyebabkan keracunan tetapi secara perlahan dalam  jangka  waktu  lama  akan  terjadi  penumpukan  pada  otak,  hati,  lemak,  dan ginjal.  Pemakaian  dalam  jumlah  banyak  dapat  menyebabkan  demam,  depresi, kerusakan  ginjal,  nafsu  makan  berkurang,  gangguan  pencernaan,  kebodohan, kebingungan, radang kulit, anemia, kejang, pingsan, koma, dan kematian. Kerupuk merupakan suatu jenis makanan kecil yang sudah lama dikenal oleh sebagian besar masyarakat  Indonesia.  Untuk  mendapatkan  kerupuk  yang  gurih  dan  dapat mengembang kadang ditambahkan boraks dalam pembuatannya. Tujuan penelitian ini  adalah  untuk  mengidentifikasi  kandungan  boraks  dalam  produk  kerupuk. Metode  yang  digunakan  adalah  artikel  review  dengan  mereview  7  artikel  yang berhubungan  dengan  mengidentifikasi  kandungan  boraks  menggunakan  uji kualitatif  dalam  produk  kerupuk.  Artikel  yang  digunakan  adalah  artikel  yang memiliki ISSN dan terbitan antara tahun 2011-2021. Hasil review 7 artikel didapat setiap sampel kerupuk dalam tiap artikel, positif mengandung boraks menggunakan uji kualitatif. Dengan jenis kerupuk antara lain, kerupuk nasi/karak/puli, kerupuk bawang, kerupuk olahan, kerupuk pedas, kerupuk terasi, kerupuk sadariah, kerupuk mie,  kerupuk  uyel,  kerupuk  keong,  dan  kerupuk  yang  tidak  dijelaskan  jenisnya. Dengan  kerupuk  nasi/karak/puli  sebagai  jenis  kerupuk  yang  paling  banyak ditemukan mengandung boraks</note>
 <subject authority="">
  <topic>Identifikasi Boraks</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kerupuk</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>uji kualitatif boraks</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-149-2021</classification>
 <identifier type="isbn">3422118157</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-149-2021</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-149-2021</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4020</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-05-10 15:01:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-10 15:01:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>