<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="542">
 <titleInfo>
  <title>Gambaran Penggunaan Antibiotik Orang Tanpa Resep Dokter pada Masyarakat RW 15 Kampung Cerewed Bekasi Tahun 2015</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aden Agung Surachman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>39 Hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
&#13;
Pemberian antibiotik merupakan pengobatan utama dalam penatalaksanaan penyakit infeksi. Sejak penemuannya, antibiotik telah berpengaruh dalam berkurangnya kematian yang disebabkan oleh penyakit infeksi(1). Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang telah melakukan survei tahun 2008 menyatakan bahwa setiap tahun sekitar 84% setiap anak mendapatkan antibiotik. Hasil lainnya didapatkan 47,9% resep anak pada usia 0-4 tahun terdapat antibiotik dan sekitar  56% setiap orang dewasa diberikan antibiotik (2). Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif yang tujuan utamanya untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Data dikumpulkan berdasarkan data primer yaitu suatu teknik pengambilan data yang dilakukan melalui beberapa pertanyaan dalam bentuk kuesioner. Data yang sudah terkumpul kemudian diolah dengan komputer dan adapun mekanisme pengolahan data, Hasil penelitian menunjukan, Tingkat pendidikan masyarakat yang paling banyak menggunakan antibiotik oral tanpa resep dokter adalah masyarakat yang berpendidikan menengah yaitu sebanyak  59 orang (51,76%), Tingkat penghasilan masyarakat yang banyak menggunakan antibiotik oral tanpa resep dokter adalah berpenghasilan tinggi yaitu pada tingkat penghasilan diatas empat juta rupiah yaitu sebanyak 73 orang (64,03%).&#13;
Umumnya pengetahuan masyarakat tentang antibiotik adalah pengetahuan yang Cukup yaitu sebanyak 53 orang (46,50%). Dan sisanya yaitu berpengetahuan Baik, lalu Kurang. Golongan antibiotik oral yang banyak digunakan tanpa resep dokter adalah golongan penisilin sebanyak 48 orang (42,10%), selanjutnya Antibiotik lain 21 orang (18,42), Sefalosporin sebanyak 16 orang (14,04%), Makrolida 12 orang (10,53%), Tetrasiklin 8 orang (7,02%), Polipeptida 7 orang (6,14%),  sedangkan yang terendah adalah golongan Aminoglikosida yaitu sebanyak 2 orang (1,75%). Keluhan sakit yang paling banyak dikeluhkan dalam menggunakan antibiotik adalah sebagai pereda nyeri atau sakit yaitu sebanyak 59 orang (51,75%), sedangkan keluhan sakit sebagai penurun panas sebanyak 26 orang (22,81%), lalu digunakan untuk Sakit Gigi sebanyak 18 orang (15,79%), untuk menyembuhkan Batuk dan Pilek yaitu sebanyak 7 orang (6,14%), sebagai penyembuh luka adalah alasan terendah sebanyak 4 orang (3,51%). Alasan menggunakan antibiotik oral tanpa resep dokter adalah karena sebelumnya pernah diresepkan oleh dokter yaitu sebanyak 63 orang (55,27%), cepat mengurangi rasa sakit sebanyak 24 orang (21,05%), lebih manjur sebanyak 17orang (14,91%),  dan alasan disarankan oleh teman atau saudara sebanyak 10 orang (8,77%).&#13;
&#13;
Kata Kunci : Swamedikasi, Cluster Random Sampling, Antibiotik, Resistensi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Anti Biotik, Swamedikasih, Resistensi</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-37-2016</classification>
 <identifier type="isbn">12001</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-37-2016</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-37-2016</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="54" url="https://drive.google.com/file/d/1u2Z3PVMvNYmJ-P78ZxUZCVrydV9cT6_N/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1u2Z3PVMvNYmJ-P78ZxUZCVrydV9cT6_N/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Gambaran Penggunaan Antibiotik Oral Tanpa Resep Dokter  Pada Masyarakat RW 15 Kampung Cerewed Bekasi Tahun 2015</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>542</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-10 13:08:47</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-09 13:11:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>