Detail Cantuman
Advanced Search
Lap. KTI
Swamedikasi Tentang Penyakit Batuk pada Balita di RW 007 Kelurahan Jati Negara Kaum Kecamatan Pulogadung Periode April 2015
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian mengenai swamedikasi tentang penyakit batuk pada balita. Batuk merupakan salah satu penyakit yang dapat diatasi dengan melakukan swamedikasi. Oleh karena itu penulis tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui persentase masyarakat yang melakukan swamedikasi tentang penyakit batuk pada balita di lingkungan RT 006 dan RT 008 Kelurahan Jatinegara Kaum Kecamatan Pulogadung. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan metode survey deskriptif yaitu menggunakan data primer yang berasal dari kuesioner, didapat sebanyak 67 orang warga RT 006 dan RT 008 yang melakukan swamedikasi. Dikelompokkan berdasarkan usia 20-30 tahun sebanyak 23 orang (34%), 30-40 tahun sebanyak 39 orang (58%) dan > 40 tahun sebanyak 5 orang (8%). Masyarakat yang melakukan swamedikasi dengan tingkat pendidikan SD sebanyak 6 orang (9%), SMP sebanyak 2 orang (3%), SMA/SMEA sebanyak 30 orang (45%), D3 sebanyak 22 orang (33%), S1 sebanyak 7 orang (10%) dan S2 sebanyak 0 orang (0%). Masyarakat yang melakukan swamedikasi dengan tingkat penghasilan < 2 juta sebanyak 38 orang (57%), < 3 juta sebanyak 20 orang (30%) dan > 3 juta sebanyak 9 orang (13%). Obat-obatan yang paling banyak digunakan untuk mengobati batuk pada anak adalah OBH sirup anak yaitu sebanyak 29 orang (43%), anakonidin sebanyak 10 orang (15%), sedangkan vicks sirup sebanyak 12 orang (18%) dan obat batuk lainnya yaitu new baby cough sebanyak 16 orang (24%). Cara penggunaan obat yang tepat yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengobati batuk pada anak yaitu 4 x sehari sebanyak 2 orang (3%) sedangkan 3 x sehari sebanyak 58 orang (87%) dan cara penggunaan obat 2 x sehari sebanyak 7 orang (10%). Pada saat anak menderita batuk para orang tua membeli obat di toko obat yaitu sebanyak 22 orang (33%), sedangkan di Apotek sebanyak 26 orang (39%) dan membeli di warung sebanyak 19 orang (28%). Sumber informasi yang paling banyak diterima oleh masyarakat yaitu melalui keluarga sebanyak 35 orang (52%), melalui iklan sebanyak 25 orang (37%) dan melalui lingkungan sebanyak 7 orang (11%).
Kata kunci : Obat yang digunakan, cara penggunaan obat yang tepat, tempat pembelian obat, sumber informasi,
pengetahuan masyarakat\
Ketersediaan
| KTI-31-2015 | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
KTI-31-2015
|
| Penerbit | Akademi Farmasi IKIFA : Jakarta., 2015 |
| Deskripsi Fisik |
34 Hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
12031
|
| Klasifikasi |
KTI-31-2015
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






