No image available for this title

Identifikasi Boraks pada Jajanan Cilok di Daerah Banjir Kanal Timur (BKT) Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur dan Nyala Api



ABSTRAK

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No.033/Menkes/Per/IV/2012 boraks merupakan salah satu pengawet yang dilarang penggunaannya dalam makanan. Pengaruh boraks terhadap kesehatan dapat menyebabkan gejala keracunan seperti mual, muntah, gangguan otak, hati, dan ginjal bahkan sampai menyebabkan kematian. Boraks biasanya digunakan dalam industry gelas, pelicinporselin, alat pembersih dan anti septik. Kegunaan boraks yang sebenarnya adalah sebagai zat antiseptik, obat pencuci mata (boric acid 30%), salep penyakit bibir dan pembasmi semut. Penggunaan bahan tambahan pangan digunakan apabila benar-benar dibutuhkan dalam pengolahan makanan yang berkaitan antara lain untuk memporoleh bentuk yang menarik, dan tidak menutupi mutu yang rendah. Demikian juga dalam proses pengolahan makanan harus dihindari penggunaan bahan tambahan pangan yang dapat membahayakan konsumen. Keracunan zat pengawet berbahaya boraks dapat terjadi melalui makanan atau jajanan, salah satunya adalah cilok. Cilok adalah jenis makanan atau jajanan olahan yang terbuat dari tepung tapioka dan tepung terigu berbentuk bulat memiliki ukuran lebih kecil dari bakso. Dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan zat berbahaya boraks pada cilok yang dijual di Daerah Banjir Kanal Timur (BKT) Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur dengan metode analisa kualitatif, yaitu dengan metode uji kertas tumerik dan nyala api. Berdasarkan secara uji organoleptik terdapat 1 sampel cilok yang diduga mengandung boraks karena tidak terjadi perubahan selama 3 hari dan memiliki warna yang lebih putih. Hasil percobaan identifikasi boraks pada 8 sampel cilok dengan metode uji kertas tumerik tidak terjadi perubahan warna pada kertas tumerik menjadi merah kecoklatan yang berarti tidak terdeteksi adanya kandungan boraks pada sampel, dan hasil percobaan dengan metode uji nyala api tidak menghasilkan nyala api hijau yang berarti tidak terdeteksi adanya kandung boraks pada sampel. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa cilok yang dijual di Daerah Banjir Kanal Timur (BKT) Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur tidak teridentifikasi adanya boraks dan bebas dari kandungan berbahaya boraks.


Ketersediaan

KTI-102-2018Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
KTI-102-2018
Penerbit : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
50 Hal
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
3422115149
Klasifikasi
KTI-102-2018
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this