<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="982">
 <titleInfo>
  <title>Pengkajian Kelengkapan Resep Pasien Umum Rawat Inap Argentum di Rumah Sakit Umum Antam Medika Jakarta Periode Januari-Maret 2018</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurseha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Lap. KTI</form>
  <extent>106 hal</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Penggunaan obat merupakan tindakan terapeutik yang sangat penting dalam pengelolaan penderita. Terapi obat biasanya terwujud pada penulisan suatu resep sebagai tindakan akhir konsultasi penderita dengan dokternya setelah seorang dokter melakukan anamnesis diagnosis, dan prognosis penderita. Resep merupakan saran komunikasi yang professional antara dokter, apoteker dan penderita. Dalam penulisan resep terdapat titik- titik rawan yang harus dipahami baik oleh dokter maupun apoteker. Kegagalan komunikasi antara dokter dan Apoteker merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya kesalahan medikasi (medication error) . Resep harus ditulis dengan jelas dan lengkap untuk menghindari adanya salah persepsi   diantara keduanya dalam mengartikan sebuah resep. Penulisan resep yang tidak sesuai prosedur dan pemilihan obat yang tidak tepat maka pengobatan menjadi tidak  efektif  dan  tidak  aman, kambuhnya  penyakit  dan  masa  sakit  menjadi memanjang. Apoteker bertanggungjawab dalam melaksanakan kegiatan pengkajian resep agar tercapai pengobatan yang optimal serta untuk meminimalisir kegagalan pengobatan, sehingga dapat meningkatkan dan menjamin mutu pelayanan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelengkapan resep pasien umum rawat inap Argentum di Rumah Sakit Umum Antam Medika Jakarta periode Januari-Maret 2018. Karya Tulis Ilmiah ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data sekunder yang berasal dari resep      di instalasi Farmasi rawat inap Argentum Rumah sakit Umum Antam Medika Jakarta periode Januari- Maret  2018. Persentase ketidaklengkapan resep yang mengacu kepada Invocatio periode Januari- Maret 2018    mencapai 0% , atau 0 resep. Persentase ketidaklengkapan resep yang mengacu kepada Inscriptio periode Januari- Maret 2018 mencapai 34,01 % atau sebanyak 1734 resep.&#13;
Persentase ketidaklengkapan resep terhadap medication error yang mengacu kepada Prescriptio periode Januari- Maret 2018 mencapai 5,42% atau sebanyak 277 resep. Persentase ketidaklengkapan resep terhadap medication error yang mengacu kepada signatura periode Januari- Maret 2018 mencapai 5,94% atau sebanyak 303 resep.	Persentase ketidaklengkapan resep yang  mengacu kepada subscription periode Januari- Maret 2018 mencapai 13,10% atau sebanyak 670 resep. Maka persentase yang terbanyak yaitu pada inscriptio&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Penggunaan obat merupakan tindakan terapeutik yang sangat penting dalam pengelolaan penderita. Terapi obat biasanya terwujud pada penulisan suatu resep sebagai tindakan akhir konsultasi penderita dengan dokternya setelah seorang dokter melakukan anamnesis diagnosis, dan prognosis penderita. Resep merupakan saran komunikasi yang professional antara dokter, apoteker dan penderita. Dalam penulisan resep terdapat titik- titik rawan yang harus dipahami baik oleh dokter maupun apoteker. Kegagalan komunikasi antara dokter dan Apoteker merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya kesalahan medikasi (medication error) . Resep harus ditulis dengan jelas dan lengkap untuk menghindari adanya salah persepsi   diantara keduanya dalam mengartikan sebuah resep. Penulisan resep yang tidak sesuai prosedur dan pemilihan obat yang tidak tepat maka pengobatan menjadi tidak  efektif  dan  tidak  aman, kambuhnya  penyakit  dan  masa  sakit  menjadi memanjang. Apoteker bertanggungjawab dalam melaksanakan kegiatan pengkajian resep agar tercapai pengobatan yang optimal serta untuk meminimalisir kegagalan pengobatan, sehingga dapat meningkatkan dan menjamin mutu pelayanan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelengkapan resep pasien umum rawat inap Argentum di Rumah Sakit Umum Antam Medika Jakarta periode Januari-Maret 2018. Karya Tulis Ilmiah ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data sekunder yang berasal dari resep      di instalasi Farmasi rawat inap Argentum Rumah sakit Umum Antam Medika Jakarta periode Januari- Maret  2018. Persentase ketidaklengkapan resep yang mengacu kepada Invocatio periode Januari- Maret 2018    mencapai 0% , atau 0 resep. Persentase ketidaklengkapan resep yang mengacu kepada Inscriptio periode Januari- Maret 2018 mencapai 34,01 % atau sebanyak 1734 resep.&#13;
Persentase ketidaklengkapan resep terhadap medication error yang mengacu kepada Prescriptio periode Januari- Maret 2018 mencapai 5,42% atau sebanyak 277 resep. Persentase ketidaklengkapan resep terhadap medication error yang mengacu kepada signatura periode Januari- Maret 2018 mencapai 5,94% atau sebanyak 303 resep.	Persentase ketidaklengkapan resep yang  mengacu kepada subscription periode Januari- Maret 2018 mencapai 13,10% atau sebanyak 670 resep. Maka persentase yang terbanyak yaitu pada inscriptio&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Pengkajian, kelengkapanresep, pasien rawat inap</topic>
 </subject>
 <classification>KTI-78-2018</classification>
 <identifier type="isbn">3422115</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>STIKES IKIFA (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA) Digital Library STIKES IKIFA</physicalLocation>
  <shelfLocator>KTI-78-2018</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KTI-78-2018</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="321" url="https://drive.google.com/file/d/1X6C7KEYVX80RbEKMmXhwCs1x7vY59JSD/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1X6C7KEYVX80RbEKMmXhwCs1x7vY59JSD/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Pengkajian Kelengkapan Resep Pasien Umum Rawat Inap Argentum di Rumah Sakit Umum Antam Medika Jakarta Periode Januari-Maret 2018</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>982</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-05-02 15:18:01</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-12 14:21:47</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>