No image available for this title

Lap. KTI

Gambaran Swamedikasi Nyeri Gigi RW 015 Kelurahan Bahagia Kecamtan Babelan Kabupaten Bekasi Periode 2018



ABSTRAK

Swamedikasi (pengobatan sendiri) dalam pengertian umum adalah upaya yang dilakukan untuk mengobati diri sendiri menggunakan obat, obat tradisional, atau cara lain tanpa nasihat tenaga kesehatan. Keluhan sakit yang paling banyak diderita oleh pelaksana swamedikasi adalah nyeri termasuk nyeri gigi. Nyeri gigi adalah suatu gejala nyeri yang dapat timbul ketika terkena berbagai macam rangsangan, rangsangan tersebut dapat berupa makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin, terlalu manis atau makanan-makanan yang bersifat lengket. Prevalensi masalah gigi dan mulut nasional pada tahun 2013 adalah sebesar 25,9%, di Kabupaten Bekasi menunjukan bahwa 19,4% masyarakat memiliki masalah gigi dan mulut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Swamedikasi Nyeri Gigi di RW 015 Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui gambaran Swamedikasi Nyeri Gigi di RW 015 Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif yang tujuan utamanya untuk mengetahui gambaran swamedikasi nyeri gigi. Teknik pengambilan sampel ialah menggunakan cluster random sampling di RW 015 Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi dan didapatkan responden sebanyak 101 orang dan yang pernah mengalami nyeri gigi adalah sebanyak 88 responden dan diantaranya melakukan swamedikasi sebanyak 65 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui penanganan yang paling banyak dilakukan ketika merasa nyeri gigi ialah menggunakan kedua jenis obat yaitu obat bahan kimia dan obat bahan alam atau tradisional yaitu sebesar 61,5%. Obat yang paling banyak digunakan ialah asam mefenamat dan larutan garam beriodium sebesar 32,3%. Alasan masyarakat melakukan swamedikasi adalah praktis sebesar 53,8%. Masyarakat paling banyak mendapatkan informasi dari kerabat atau tetangga yaitu sebesar 47,7%. Masyarakat mendapatkan obat yang digunakan dari apotek yaitu sebesar 53,8%.


Ketersediaan

KTI-75-2018Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
KTI-75-2018
Penerbit : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
70 Hal
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
3422115041
Klasifikasi
KTI-75-2018
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this